Agensi: Roy Kim Dipastikan Lulus dari Universitas Georgetown

Kompas.com - 17/05/2019, 20:27 WIB
Penyanyi asal Korea Selatan, Roy Kim, yang menjadi tersangka kasus dugaan penyebaran konten pornografi.Soompi Penyanyi asal Korea Selatan, Roy Kim, yang menjadi tersangka kasus dugaan penyebaran konten pornografi.

KOMPAS.com - Penyanyi asal Korea Selatan Roy Kim tidak akan kehilangan gelar sarjananya meskipun sedang menghadapi kasus pelecehan seksual.

Agensinya, Stone Music Entertainment, mengatakan, Kamis (16/5/2019), Roy Kim akan lulus sesuai jadwal dari tempatnya kuliah, Universitas Georgetown, Washington DC, AS.

"Yang memutuskan untuk memberi ijazah kepada Roy Kim adalah universitasnya," kata Stone Music.

"Saat ini Roy Kim berada di Korea. Dia tidak akan menghadiri upacara wisuda," lanjut agensi tersebut.

Kim sudah pulang ke Korea setelah menyelesaikan ujiannya pada 9 April lalu.

Sebelumnya diberitakan pemuda bernama asli Kim Sangwoo itu ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran foto-foto tak senonoh perempuan yang diambil secara diam-diam.

Keterlibatan Roy Kim terungkap setelah polisi menyelidiki chat room Kakao Talk yang juga beranggota Seungri, Jung Joon Young, serta beberapa idola lainnya.

Roy Kim mengakui perbuatannya setelah diperiksa selama empat jam. Kini kasus itu sudah diserahkan ke kejaksaan

Universitas Georgetown di Amerika Serikat akan menggelar penyelidikan sendiri terhadap kasus yang menjerat salah satu mahasiswanya, bintang K-pop Roy Kim.

"Georgetown berkomitmen untuk memastikan kasus tersebut diselidiki dan ditangani dengan benar dan menyeluruh," kata juru bicara Universitas Georgetown Matt Hill kepada Korea Times pada April lalu.

Hill menegaskan perguruan tinggi itu akan memberi sanksi tegas jika Roy Kim terbukti menyalahi peraturan kampus.

Sementara itu direktur badan advokasi mahasiswa di asosiasi mahasiwa Universitas Georgetown, Grant Olson, mengatakan sanksi akan diberikan kepada mahasiswa yang melanggar disiplin tanpa peduli lokasi pelanggarannya.

"Begitu Anda resmi menjadi mahasiswa Georgetown, kode etik akan mengikuti ke mana pun Anda pergi," kata Olson.

Halaman:



Close Ads X