'Tangan Dingin' Animator Indonesia Ronny Gani untuk Efek Visual Avengers: Endgame

Kompas.com - 28/05/2019, 13:08 WIB
Ronny Gani, salah satu animator Indonesia yang mengerjakan efek visual dan animasi film Avengers: Infinity War, diabadikan setelah wawancara ekslusif dengan Kompas.com di Marina Bay Sands, Singapura, Minggu (15/4/2018). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGRonny Gani, salah satu animator Indonesia yang mengerjakan efek visual dan animasi film Avengers: Infinity War, diabadikan setelah wawancara ekslusif dengan Kompas.com di Marina Bay Sands, Singapura, Minggu (15/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Animator asal Indonesia, Ronny Gani, kembali terlibat dalam Avengers Saga. Setelah sebelumnya mengerjakan efek visual The Avengers hingga Infinity Wars, Ronny kini menggarap Avengers: Endgame.

Meski membutuhkan waktu berbulan-bulan, Senior Animator di Industrial Light & Magic (ILM) Singapore tersebut mengatakan bahwa karyanya yang tayang dalam film tersebut sebenarnya hanya berdurasi satu menit.

"Kami proses kerjainnya kurang lebih tim di Singapura itu empat sampai lima bulan. Tapi, waktu saya enggak lebih dari satu menit yang di layar," ujar Ronny kepada Kompas.com melalui wawacara telepon baru-baru ini.

Menurut Ronny, sedikitnya jumlah durasi tersebut lantaran banyaknya tim yang terlibat sesuai pembagian tugasnya.

Ronny bekerja di Industrial Light & Magic (ILM) basis Singapura dengan total 200 orang. Ada basis lain perusahaan yang sama pula yang mengerjakan. Mereka ada di London (Inggris) dan San Fransisco (Amerika Serikat).

"Kami ada tiga kantor. Yang paling gede di London," kata dia.

Ronny mengatakan bahwa timnya mengerjakan adegan dining sequence saat Natasha Romanoff (Scarlett Johansson), Steve Rogers (Chris Evans), dan Bruce Banner dalam wujud Smart Hulk (Mark Ruffalo) di meja makan.

Selain itu, ada adegan perjalanan waktu para superhero mencari infinity stones di Kota New York.

"Terus part terakhir yang Captain America mau balikin infinity stones," kata Ronny.

Secara spesifik, Ronny banyak mengerjakan karakter Smart Hulk. Menurut dia, tantangan menjadi animator film itu adalah bagaimana membuat karakter dalam film terlihat lebih masuk akal, tidak cuma bisa bergerak, tapi pergerakannya juga terlihat natural.

"Kalau kita lihat Smart Hulk itu kan CGI, tapi saat ditonton di layar kayak kita percaya saja karakter itu ada di situ dan karakter berinteraksi dengan real human," kata Ronny.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X