Hanung Bramantyo Gembleng Iqbaal Ramadhan untuk Peran Minke

Kompas.com - 19/06/2019, 20:07 WIB
Iqbaal Ramadhan dan Mawar De Jongh dalam jumpa pers peluncuran poster film Bumi Manusia di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/6/2019). KOMPAS.com/IRA GITAIqbaal Ramadhan dan Mawar De Jongh dalam jumpa pers peluncuran poster film Bumi Manusia di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara Hanung Bramantyo mengakui bukan hal mudah baginya mengarahkan Iqbaal Ramadhan untuk peran Minke dalam film Bumi Manusia.

Ketika dipilih untuk berperan sebagai Minke, Iqbaal menjadi idola yang memiliki jutaan penggemar setelah filmnya, Dilan 1990, mencetak sukses besar.

Hal itu dikatakan Hanung saat diwawancarai usai jumpa pers peluncuran poster film Bumi Manusia di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/6/2019).

"Anak muda ya umur 19 tahun sudah banyak fansnya, 6 juta orang. Bayangkan itu. Jadi itu yang terjadi," sambungnya.

Hanung pun memberikan tantangan bagi Iqbaal untuk meninggalkan kehidupan nyaman yang dia rasakan dan memberikan beberapa buku demi mendalami peran Minke.

"Kemudian itu yang saya bilang 'kamu orang yang paling gampang mendapatkan akses'. Makanya sudah ibaratnya kita injek," tutur Hanung.

"Terus di rumah, lu tinggalin semua pembantu, tidur di lantai, makan di lantai, ya cuci baju sendiri," lanjut suami artis Zaskia Adya Mecca itu.

"Kamu lakukan itu sambil baca Multatuli, sambil baca Max Havelaar, sambil baca pemikirannya feminisme Kartini, terus ada beberapa buku-buku kok yang saya kasih ke dia. Dan ini dalam waktu dua bulan saya suruh begitu," tambahnya.

Tak sampai di situ, Hanung juga meminta Iqbaal menceritakan pengalamannya selama menempuh pendidikan di luar negeri. Menurut suami artis Zaskia Ady Mecca itu, Iqbaal dan Minke memiliki persamaan.

"Saya enggak ngomong kamu harus jadi Minke, enggak. Saya cuma ngulik apa yang sudah kamu lakukan saat kamu ada di Kanada," ucap Hanung.

Baca juga: Sambil Menangis Hanung Bramantyo Ungkap Rasa Bahagia Garap Film Bumi Manusia

"Ya kan dia cerita, saya juga di Kanada jadi minoritas. Iya pada saat di sana dia bergaul sama orang-orang Amerika, orang-orang China. Saya bilang nah itu rasain itu. Nah lu udah jadi Minke ya kan," imbuhnya.

Bumi Manusia adalah sebuah film yang diadaptasi dari buku karangan sastrawan legendaris Pramoedya Ananta Toer.

Rencananya film produksi Falcon Pictures itu akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 15 Agustus 2019 mendatang.

Baca juga: Iqbaal Ramadhan Akui Sulitnya Dalami Peran Minke



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X