5 Fakta Dua Garis Biru, Cerita Hamil di Luar Nikah yang Kontroversial

Kompas.com - 15/07/2019, 15:51 WIB
Adhisty Zara atau Zara JKT48 berperan sebagai Dara dalam film Dua Garis Biru. Instagram/StarVisionAdhisty Zara atau Zara JKT48 berperan sebagai Dara dalam film Dua Garis Biru.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Film Dua Garis Biru sudah dapat disaksikan di bioskop seluruh Indonesia sejak Kamis (11/7/2019).

Film ini menceritakan tentang Bima (Angga Yunanda) dan Dara ( Zara JKT48) yang menjadi sepasang kekasih semasa SMA. Namun, pacaran mereka ternyata di luar batas sehingga menyebabkan Dara hamil.

Kisah cinta remaja ini berubah menjadi penuh konflik. Bukan sekedar film remaja biasa, Dua Garis Biru menekankan pentingnya pendidikan seks sejak dini.

Simak 5 fakta film Dua Garis Biru yang dirangkum Kompas.com.

Penulis yang juga sutradara Gina S Noer saat berkunjung ke Redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Palmerah Selatan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Penulis yang juga sutradara Gina S Noer saat berkunjung ke Redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Palmerah Selatan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).

1. Hampir 10 Tahun Selesaikan Skenario

Penulis skenario Dua Garis Biru, Gina S Noer (33) membutuhkan waktu hampir 10 tahun untuk menyelesaikan skenario film ini.

"Dua Garis Biru ini pertama kali ditulis ini sekitar tahun 2009, nah pas 2010 saya selesai menulis skenario draf pertamanya. Akhirnya stop di situ, berhenti menulis selama 8 tahun," kata Gina saat mengunjungi redaksi Kompas.com  beberapa waktu lalu.

Atas saran produser Chand Parwez, Gina kemudian melanjutkan skenario Dua Garis Biru pada 2018. Film ini juga menjadi debut Gina sebagai sutradara.

Baca juga: Gina S Noer Butuh 10 Tahun untuk Skenario Dua Garis Biru

Petisi di change.org untuk meloloskan film Dua Garis Biru yang ditentang sebelumnya.Bidik layar di change.org Petisi di change.org untuk meloloskan film Dua Garis Biru yang ditentang sebelumnya.

2. Menuai kontroversi

Film Dua Garis Biru sempat menuai kontroversi. Muncul petisi menolak film tersebut karena dinilai menjerumuskan generasi muda untuk melakukan seks bebas. Petisi tersebut muncul setelah trailer film ini dirilis.

Namun, kemudian, mucul petisi tandingan yang mendukung film Dua Garis Biru bisa tayang di bioskop. Belakangan, petisi yang menolak film ini pun dihapus.

Film Dua Garis Biru justru dinilai menjadi film yang mengedukasi anak remaja soal risiko seks di luar nikah. Film ini tak hanya baik ditonton untuk para remaja, tetapi juga para orangtua.

Baca juga: Dua Garis Biru, Film Remaja Tak Biasa yang Sempat Menuai Kontroversi

Artis peran Angga Yunanda dan Zara JKT 48 saat berkunjung ke Redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Palmerah Selatan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Artis peran Angga Yunanda dan Zara JKT 48 saat berkunjung ke Redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Palmerah Selatan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).

3. Nama Dara Gara-gara Lagu Rhoma Irama

Gina S Noer mengaku awalnya tak membuat karakter bernama Dara dan Bima dalam skenario. Namun, akhirnya ia mengganti dengan nama Dara karena terinspirasi lagu "Darah Muda"yang dinyanyikan raja dangdut Rhoma Irama.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X