Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia Usai Berjuang Melawan Kanker Prostat

Kompas.com - 19/07/2019, 18:47 WIB
Arswendo Atmowiloto ditemui dalam jumpa pers film Keluarga Cemara di Kinosaurus, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (29/9/2017). KOMPAS.com/SINTIA ASTARINAArswendo Atmowiloto ditemui dalam jumpa pers film Keluarga Cemara di Kinosaurus, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (29/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Paulus Arswendo Atmowiloto (70), seorang sastrawan, seniman, budayawan, penulis Keluarga Cemara, dan juga seorang wartawan senior, meninggal dunia pukul pada 17.50, Jumat (19/7/2019). Arswendo meninggal setelah berjuang melawan kanker prostat. 

Arswendo meninggal dunia di rumahnya karena sakit yang dideritanya selama ini. Hal ini dibenarkan Wakil Pemimpin Redaksi Kompas yang juga kolega dan tetangga dekat Arswendo, Tri Agung Kristanto.

"Betul (meninggal dunia), pukul 17.55 anaknya, Sonny Wibisono menyampaikan bahwa papa sudah enggak ada," ujar Tri, Jumat sore.

Tri mengatakan, Arswendo sebelumnya sudah sering keluar-masuk rumah sakit. Kondisinya sempat membaik sehingga bisa kembali ke rumah.

Saat ini, jenazah Paulus Arswendo Atmowiloto masih disemayamkan di Rumah Duka, Kompleks Kompas B-2, Jalan Damai, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan.

Misa Requiem sekaligus pelepasan jenazah akan dilaksanakan di Gereja St Matius Penginjil, Paroki Bintaro, Pondok Aren pada hari Sabtu, 20 Juli 2019, pukul 10.00.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selesai misa, jenazah akan dibawa ke tempat peristirahatan terakhir di Sandiego Hill, Karawang.

Baca juga: Sastrawan dan Wartawan Senior Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia

Arswendo Atmowiloto lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 26 November 1948. Ia mulai dikenal sejak menjadi penulis dan wartawan Indonesia yang aktif di berbagai majalah dan surat kabar seperti harian Kompas dan majalah Hai. Ia juga menulis cerpen, novel, naskah drama, dan skenario film.

Film "Keluarga Cemara" merupakan salah satu film naskah aslinya ditulis oleh Arswendo. Dikutip dari Wikipedia, Arswendo pernah kuliah di IKIP Solo (tidak tamat). Pernah memimpin Bengkel Sastra Pusat Kesenian Jawa Tengah, di Solo (1972), wartawan Kompas dan pemimpin redaksi Hai, Monitor, dan Senang.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.