Barabas Diuji Segala Sisi, Novel Terakhir Karya Arswendo Atmowiloto

Kompas.com - 20/07/2019, 17:43 WIB
Arswendo Atmowiloto. KOMPAS/ARBAIN RAMBEYArswendo Atmowiloto.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum meninggal dunia, seniman dan budayawan Arswendo Atmowiloto tetap produktif membuat karya.

Barabas adalah novel terakhir yang dibuat pengarang cerita novel berseri "Keluarga Cemara".

" Novel terbarunya bapak saat sedang sakit yang berjudul 'Barabas'. Jadi memang luar biasa produktifnya bapak sampai saat sedang sakit, minta ditulisin," kata anak ketiga Arswendo, Caecilia Tiara, di Kompleks Kompas, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (20/7/2019).

Baca juga: Sosok Arswendo Atmowiloto di Mata Anak-Anaknya...

"Barabas Diuji Segala Sisi" merupakan karya terakhir Arswendo yang sebenarnya akan dirilis pada 19 Agustus 2019.

Singkat cerita, novel ini mengisahkan tentang terpidana mati bernama Barabas yang diselamatkan oleh Yesus dari hukuman mati.

Tiara menambahkan, ayahnya adalah pribadi yang tidak pernah berhenti beraktivitas dan berkarya sampai akhir hayatnya.

Baca juga: Arswendo Atmowiloto Meninggal, Soleh Solihun: Indonesia Kehilangan Budayawan Besar

"Bapak itu selalu berkarya. Saya hampir tidak pernah melihat bapak tidak megang pulpen untuk menulis dan di depan laptop," ujarnya.

Arswendo Atmowiloto meninggal dunia pada Jumat (19/7/2019) malam karena mengidap penyakit kanker prostat.

Jenazah Arswendo dimakamkan di tempat peristirahatan terakhir di Sandiego Hill, Karawang, Jawa Barat, Sabtu. 

Baca juga: Kenangan Soleh Solihun dengan Narasumber Skripsinya, Arswendo Atmowiloto

Arswendo Atmowiloto lahir pada 26 November 1948 di Surakarta, Jawa Tengah.

Ia mulai dikenal sejak menjadi penulis dan wartawan Indonesia yang aktif di berbagai majalah dan surat kabar, seperti Harian Kompas dan majalah Hai.

Ia juga menulis cerpen, novel, naskah drama, dan skenario film.

Baca juga: Putri Arswendo Atmowiloto: Yang Pasti Keluarga Cemara Difilmkan, Bapak Senang

Film "Keluarga Cemara" merupakan salah satu film yang naskah aslinya ditulis oleh Arswendo.

Arswendo juga pernah memimpin Bengkel Sastra Pusat Kesenian Jawa Tengah di Solo (1972), menjadi wartawan Kompas, dan Pemimpin Redaksi Hai, Monitor, dan Senang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X