Hari Ini, Ashanty Hadapi Sidang Perdana Gugatan Rp 9,4 Miliar

Kompas.com - 25/07/2019, 09:33 WIB
Penyanyi Ashanty Siddik saat diabadikan di kediamannya di kawasan Cinere, Jakarta Selatan, Selasa (16/7/2019). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Penyanyi Ashanty Siddik saat diabadikan di kediamannya di kawasan Cinere, Jakarta Selatan, Selasa (16/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Ashanty akan menjalani sidang perdana gugatan perdata yang dilayangkan oleh pengusaha Martin Pratiwi di Pengadilan Negeri (PN) Tengerang pada Kamis (22/7/2019).

Mengutip laman www.pn-tangerang.go.id, jadwal sidang perdana dengan nomor perkara 553/Pdt.G/2019/PN.Tng tersebut berlangsung pada pukul 09.10 WIB.

Sidang jenis perkara wanprestasi itu akan digelar di ruang sidang 4.

Pada 26 Juni 2019, Martin mengajukan gugatan perdata terhadap rekan bisnisnya, Ashanty, ke PN Tangerang karena mengalami kerugian materil dan immateril dengan total Rp 9,4 miliar.

Gugatan tersebut lantaran Ashanty dinilai telah mengingkari perjanjian kerja sama secara sepihak hingga penggugat mengalami kerugian.

Baca juga: Martin Pratiwi Ungkap Alasan Baru Gugat Ashanty Rp 9,4 Miliar

Dalam jumpa pers beberapa waktu lalu, Martin mengatakan bahwa Ashanty yang lebih dulu memutuskan perjanjian kerja sama bisnis mereka dalam bidang kosmetik.

"Satu bulan sebelum selesai (kontrak kerja sama), Ashanty membatalkan," kata Martin Pratiwi saat jumpa pers di kawasan Kemang Selatan, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2019).

Adapun, kerja sama Ashanty dan Martin Pratiwi terjalin pada 2016 lalu dan mereka kedua belah pihak sama-sama mengeluarkan modal masing-masing sebesar 50 persen.

Martin mengaku sendiri sudah memperingatkan jauh-jauh hari ihwal konsekuensi pembatalan yang dilakukan oleh Ashanty, salah satunya lewat somasi.

Baca juga: Ashanty: Martin Pratiwi, Kita Ketemu di Pengadilan

Martin berujar, somasi sudah diberikan kepada Ashanty sebelum akhirnya menggugat ibu empat anak itu ke PN Tangerang.

Sementara itu, Ashanty memilih untuk tidak melanjutkan kerja sama bisnis berdurasi satu tahun tersebut. Istri Anang Hermansyah itu membantah memutus perjanjian di tengah jalan.

Ashanty mengakui bahwa selama durasi kontrak satu tahun tersebut, ada ketidakcocokan dan perselisihan yang terjadi. Ia juga mengklaim bahwa kedua belah pihak sama-sama untung, tidak ada kerugian finansial selama perjalanan bisnis.

"Selama satu tahun kami kerja sama, antara saya dan dia banyak ketidakcocokan, tapi beliau sepertinya tidak mau saya putuskan kontrak," kata Ashanty.

Baca juga: Ashanty vs Martin Pratiwi, Duduk Perkara Gugatan Rp 9,4 Miliar



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X