Kejaksaan Ajukan Banding, Ini Tanggapan Pihak Steve Emmanuel

Kompas.com - 26/07/2019, 14:51 WIB
Terdakwa kasus dugaan penyalagunaan narkotika Steve Emmanuel mendengarkan tanggapan Jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Slipi, Senin (1/7/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIATerdakwa kasus dugaan penyalagunaan narkotika Steve Emmanuel mendengarkan tanggapan Jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Slipi, Senin (1/7/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri Jakarta Barat mengajukan banding atas vonis 9 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar yang dijatuhkan pada Steve Emmanuel, pada Selasa (23/7/2019) lalu.

Banding itu merupakan buntut kekecewaan jaksa penuntut umum lantaran vonis Steve tak sesuai ekspektasi seperti tuntutan yang diajukan sebelumnya, yakni 13 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara.

Menanggapi banding tersebut, pihak Steve mengaku akan menyiapkan kontra memori banding yang berisi materi dan fakta kasus hukum Steve yang meringankan.

"Jaksa habis menyatakan banding terus dia bikin memori banding, jadi Steve (siapkan) kontra memori banding," ucap kuasa hukum Steve, Jaswin Damanik kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat (26/7/2019).

Baca juga: Jaksa Ajukan Banding atas Vonis 9 Tahun Steve Emmanuel

Menurut Jaswin, kontra memori banding yang disiapkan pihaknya adalah otomatis apabila pihak jaksa yang lebih dulu mengajukan banding.

"Sesuai tata hukum acaranya sudah gitu dari pengadilan negeri kirim ke pengadilan tinggi untuk segera memutuskan gitu," ucapnya.

Berkait apa isi materi dan fakta kasus hukum yang disiapkan pihak Steve, Jaswin belum bisa menjawabnya.

Ia ingin terlebih dahulu melihat isi materi memori banding yang diajukan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Barat.

"Ya, kita tetap tapi lihat dulu apa memori banding. Baru kita bisa sangkal dari jalurnya kan gitu," ucap Jaswin.

Baca juga: Curahan Hati Adik Steve Emmanuel

Jaswin menambahkan bahwa dalam waktu dekat dirinya akan menemui Steve di tahanan, dimana sebelumnya tak sempat menemui kliennya itu lantaran kesibukannya.

"Belum (ketemu). Mungkin Senin (29/7/2019) baru ketemu," imbuhnya.

Diketahui, Steve Emmanuel dijatuhkan vonis setelah Steve terbukti melanggar pasal 112 ayat (2) Undang Undang RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Mantan suami Andi Soraya itu terbukti memiliki narkotika golongan I di atas lima gram.

Majelis Hakim memberikan waktu tujuh hari kepada kedua pihak untuk menerima atau tidak putusan tersebut, dan telah habis masa tenggangnya pada Selasa (23/7/2019) lalu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X