Alasan Rey Utami dan Pablo Benua Publikasikan Surat Minta Maaf kepada Fairuz

Kompas.com - 02/08/2019, 11:37 WIB
Rey Utami saat ditemui di Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2019). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Rey Utami saat ditemui di Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2019).

KOMPAS.com - Kuasa hukum pasangan Pablo Benua dan Rey Utami, Muh Burhanuddin mengungkapkan alasan kliennya mempublikasikan surat permohonaan maaf mereka kepada Fairuz A Rafiq.

Pablo dan Rey diketahui telah ditahan setelah menjadi tersangka kasus video ikan asin yang diunggah melalui akun Youtube mereka.

"Mereka buat surat permintaan maaf. Rey duluan (buat surat). Belum diberikan (ke Fairuz) sih, karena kan surat ini diminta di-publish di umum," kata Burhanuddin saat dihubungi Kompas.com, Jumat (2/8/2019).

Surat permintaan maaf Rey Utami kepada Fairuz A Rafiq terkait video ikan asin.Dok. Pribadi Surat permintaan maaf Rey Utami kepada Fairuz A Rafiq terkait video ikan asin.
"Karena susah juga buat ketemunya. Karena sudah berapa kali pakai mediasi orang-orang terdekatnya, mereka enggak tembus juga," lanjutnya.

Burhanuddin menjelaskan, surat itu dibuat sebagai bentuk upaya mediasi dengan pihak Fairuz.

"Sebenarnya sih sudah lama, mereka saat ini kan lagi menempuh proses-proses mediasi, kalau mediasi kan harus ada pihak yang mengalah istilahnya, jadi ini harus minta maaf," jelas Burhanuddin.

Dia melanjutkan surat ini tidak ada kaitannya dengan Galih yang sebelumnya juga membuat surat permohonan maaf.

Surat permintaan maaf dari Pablo Benua yang ditujukan kepada Fairuz A Rafiq terkait video ikan asin.Dok. Pribadi Surat permintaan maaf dari Pablo Benua yang ditujukan kepada Fairuz A Rafiq terkait video ikan asin.
"Enggak ada salahnya kan minta maaf walaupun proses hukum tetap lanjut.Tdk ada kaitan dengan galih, karena kasus ini kan minta dimediasi," imbuhnya.

Burhanuddin menjelaskan, surat itu dibuat sebagai bentuk upaya mediasi dengan pihak Fairuz.

"Sebenarnya sih sudah lama, mereka saat ini kan lagi menempuh proses-proses mediasi, kalau mediasi kan harus ada pihak yang mengalah istilahnya. Jadi ini harus minta maaf," jelas Burhanuddin.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X