Didi Kempot Menemukan Panggung Baru di Media Sosial...

Kompas.com - 02/08/2019, 19:47 WIB
Penyanyi campursari, Didi Kempot saat cek sound sebelum acara program Rosi di Kompas TV di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (1/8/2019). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPenyanyi campursari, Didi Kempot saat cek sound sebelum acara program Rosi di Kompas TV di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi campursari Didi Kempot yang berjuluk The Godfather of Broken Heart menjadi sebuah fenomena menarik.

Lagu-lagu Didi Kempot yang identik patah hati kembali dirayakan oleh anak-anak muda saat ini.

Hal itu dibahas oleh pembawa acara Rosianna Silalahi dalam program Rosi yang ditayangkan Kompas TV pada Kamis (1/8/2019) malam, ketika Didi Kempot menjadi bintang tamu.

Rosi bertanya kepada wartawan senior Harian Kompas Frans Sartono tentang fenomena tersebut.

"Mas Frans, fenomena apa ini bisa Didi Kempot tenar di kalangan milenial?" tanya Rosi.

Frans berpendapat media sosial telah memberi ruang gerak baru pada Didi Kempot dalam menggemakan karyanya kembali.

Apalagi, kreativitas anak muda di dunia maya memudahkannya untuk melakukan itu.

"Didi Kempot menemukan panggung barunya di media sosial, dan oleh para milenial dia di rebranding dengan julukan masing-masing, julukan Godfather of Broken Heart," ucap Frans menjawab Rosi.

"Ini dulu yang menyandang cuma James Brown, The Godfather of the Soul, sekarang diambil oleh Didi Kempot," sambung Frans.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Didi Kempot, The Godfather of Brokenheart

Penyanyi campursari, Didi Kempot saat cek sound sebelum acara program Rosi di Kompas TV di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (1/8/2019).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Penyanyi campursari, Didi Kempot saat cek sound sebelum acara program Rosi di Kompas TV di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (1/8/2019).
Frans menjabarkan bahwa yang dilakukan oleh Didi sebenarnya merupakan sebuah pengulangan yang juga banyak dilakukan oleh musisi legendaris lainnya.

"Godfather of Broken Heart ini sebenarnya rumus dari masa ke masa, rumus musik pop itu cuma dua, jatuh cinta dan putus cinta, kalau jatuh cinta tulis lagu when I'm falling in love. Kalau putus cinta yen unung dowo, kiamat," ucap Frans.

Menurut Frans, hampir di tiap era ada penyanyi yang demikian meski dengan karakter yang berbeda-beda.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X