Galih Ginanjar Masuk Sel Tikus, Polisi: Farhat Abbas Rugikan Kliennnya

Kompas.com - 06/08/2019, 14:59 WIB
Farhat Abbas mendatangi rumah duka mendiang Dian Pramana Poetra di Jalan Tebet Barat, Jakarta Selatan, Jumat (28/12/2018). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANFarhat Abbas mendatangi rumah duka mendiang Dian Pramana Poetra di Jalan Tebet Barat, Jakarta Selatan, Jumat (28/12/2018).
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Metro Jaya AKBP Barnabas S Iman menyesalkan tindakan Farhat Abbas membawa ponsel ke dalam rutan dan merekam pernyataan minta maaf kliennya, Galih Ginanjar, untuk Fairuz A Rafiq. 

Menurutnya, hal ini bukannya membantu Galih dalam menyelesaikan masalah hukumnya, namun justru membuatnya menuai masalah baru.

"Itu justru merugikan kliennya. Kami kan enggak bisa memberikan sanksi pada orang luar. Ya tahanan yang kena. Jadi kasihan kan malahan," ujar Barnabas ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (6/8/2019).

Adapun video permintaan maaf Galih tersebut diunggah Farhat dalam akun Instagram pribadinya, @farhatabbasofficial, Minggu (4/8/2019).

Dalam video, tampak Farhat tengah berada di sebelah suami Barbie Kumalasari tersebut sambil melakukan perekaman.

Barnabas mengatakan, merekam tahanan saat membesuk dengan media apa pun merupakan pelanggaran tata tertib.

Atas pelanggaran ini, Galih Ginanjar bahkan harus mendekam di sel tikus selama seminggu dan harus mengalami pembatasan kunjungan.

Baca juga: Farhat Abbas Bikin Video dengan Galih Ginanjar di Rutan, Polisi: Malah Cari Sensasi

Dalam kesempatan berbeda, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihaknya telah melakukan prosedur pemeriksaan terhadap Farhat sebelum akhirnya dapat masuk ke ruang kunjungan tahanan.

Namun menurut Argo, Farhat Abbas mengelabui petugas rutan untuk menyelundupkan ponsel milik tersangka Galih Ginanjar dan Pablo Benua.

Baca juga: Galih dan Pablo Pindah ke Sel Tikus, Ini Kata Farhat Abbas

"Orang yang berbuat tidak baik itu kan tentunya ingin menggunakan modus tersendiri untuk mengelabui petugas, kelengahan petugas dan sebagainya," kata Argo di Sekolah Pendidikan Kepolisian Negara atau SPN Lido Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Barnabas menambahkan, pihaknya berharap sanksi yang diberikan kepada Galih Ginanjar saat ini menjadi pelajaran sehingga nantinya tak terulang kembali. "Jadi nanti tersangka lain tidak melakukan hal yang sama," sebutnya.

Baca juga: Polisi Bantah Izinkan Farhat Abbas Ambil Video Galih Ginanjar di Penjara

 

 

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X