Film Perburuan dan Bumi Manusia Rilis Bareng, Ayushita: Simbiosis Mutualisme

Kompas.com - 07/08/2019, 07:30 WIB
Artis peran Ayushita Nugraha berpose sebelum wawancara  di Redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2019). Film Perburuan yang kisahnya diangkat dari Novel Perburuan tulisan Pramoedya Ananta Toer akan ditayangkan di bioskop Indonesia mulai 15 Agustus 2019. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGArtis peran Ayushita Nugraha berpose sebelum wawancara di Redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2019). Film Perburuan yang kisahnya diangkat dari Novel Perburuan tulisan Pramoedya Ananta Toer akan ditayangkan di bioskop Indonesia mulai 15 Agustus 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Ayushita mengaku tak merasa khawatir bila film Perburuan yang dia bintangi dirilis berbarengan dengam film Bumi Manusia.

Selain sama-sama diadaptasi dari novel karya sastrawan legendaris Pramoedya Ananta Toer, dua film tersebut juga digarap oleh rumah produksi yang sama, yakni Falcon Pictures.

"Enggak khawatir karena kami tuh membuat dua karya yang eranya berbeda," ujar Ayushita saat berkunjung ke redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2019).

"Jadi malah senang karena belum ada dua film yang ditayangin bareng kayak begini," kata Ayushita.

Malah, Ayushita menilai hal tersebut justru saling memberi keuntungan karena bisa menggugah rasa penasaran penonton untuk menyaksikan dua film itu sekaligus.

"Jadi justru simbiosis mutualisme, menguntungkan satu sama lain justru. Karena awarness-nya jauh lebih tinggi dan banyak pertanyaan kok bisa bareng?" tutur Ayushita.

Baca juga: Adipati Dolken Berkreasi untuk Perankan Hardo dalam Film Perburuan

Ia menambahkan, tidak mau ambil pusing dengan perolehan jumlah penonton nantinya yang didapatkan oleh masing-masing film.

"Kalau jumlah penonton segala macam, kami sih enggak ada urusan ya sebagai pemain," ucap Ayushita.

"Ya ini kami sama-sama ingin menyelebrasi (merayakan) karyanya Pramoedya Ananta Toer, menjelang hari kemerdekaan Indonesia," imbuhnya.

Film Bumi Manusia yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan Perburuan oleh sutradara Richard Oh akan tayang pada 15 Agustus 2019.

Produser dua film itu, Frederica, menambahkan bahwa pihaknya punya alasan menayangkan dua film itu secara bersamaan.

Ia menegaskan hal itu bukan masalah mencari untung atau rugi.

"Maksudnya, ini kan dua film dari satu rumah yang sama, jadi tujuannya bukan bersaing dan justru untuk memperlihatkan bahwa kami menghargai karya Pram," kata Frederica.

Baca juga: Ayushita Dituntut Berdialog 12 Menit dalam Film Perburuan



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X