Belum Tayang, Film Live-action Mulan Terancam Diboikot

Kompas.com - 16/08/2019, 12:40 WIB
Liu Yifei, bintang laga Tiongkok yang menjadi pemeran Hua Mulan dalam film live-action Mulan (2020). IMDbLiu Yifei, bintang laga Tiongkok yang menjadi pemeran Hua Mulan dalam film live-action Mulan (2020).

KOMPAS.com - Proyek live-action Disney berikutnya, Mulan, telah memantik kekesalan dari massa protes anti- polisi pro-demokrasi yang sedang berlangsung di Hong Kong.

Hal itu terjadi setelah bintang film itu, aktris China-Amerika Cystal Liu, turun ke media sosial untuk menyuarakan dukungannya untuk polisi Hong Kong.

Pernyataan Liu memicu protes instan di Hong Kong, di mana polisi setempat telah dituduh oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia internasional atas penggunaan kekuatan yang berlebihan dalam konfrontasi dengan para pengunjuk rasa dan masyarakat.

Memposting kepada 65 juta pengikutnya di platform media sosial China, Weibo, Liu membagikan gambar yang awalnya dirilis oleh People's Daily yang didukung pemerintah.

"Saya mendukung polisi Hong Kong, kalian dapat memukul saya sekarang. Betapa memalukan untuk Hong Kong #IAlsoSupportTheHongKongPolice," tulis Liu yang menambahkan emoji berbentuk hati.

Postingan itu kemudian menerima lebih dari 72.000 "like" dan lebih dari 65.000 kali dibagikan dalam waktu kurang dari 24 jam.

Setelah pernyataan Liu itu, di luar China, tagar #BoycottMulan mulai menjadi trending topic di Twitter dan Instagram.

Salah satu twit paling viral, dengan 3.500 retweet dan hampir 4.000 "like" ditulis oleh dari pengguna Twitter bernama @sdnorton.

"Aktris Disney, Liu Yifei, mendukung kebrutalan dan penindasan polisi di Hong Kong. Liu adalah warga negara Amerika yang dinaturalisasi. Pasti itu menyenangkan," tulisnya.

Baca juga: Membedah Trailer Film Mulan: Live-action Vs Animasi

"Sementara itu dia membenci orang-orang yang memperjuangkan demokrasi, silakan me-retweet. HK tidak mendapatkan cukup dukungan. #BoycottMulan @Disney," tambah warganet itu.

Komentar-komentar di Instagram Liu juga mengecam "dukungannya terhadap kebrutalan polisi" serta "penindasan demokrasi dan kebebasan" yang dianggap "melecehkan karakter Mulan," dan juga menyerukan boikot terhadap film tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X