Mengunjungi Desa Gamplong, Mini Hollywood Yogyakarta, Lokasi Syuting Bumi Manusia

Kompas.com - 19/08/2019, 06:30 WIB
Set pedesaan dan rumah yang digunakan untuk keperluan syuting Bumi Manusia di Desa Gamplong, Yogyakarta. Saat ini, studio tersebut sudah dibuka untuk umum dan dijadikan lokasi wisata. Foto diambil Selasa (13/8/2019). KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZASet pedesaan dan rumah yang digunakan untuk keperluan syuting Bumi Manusia di Desa Gamplong, Yogyakarta. Saat ini, studio tersebut sudah dibuka untuk umum dan dijadikan lokasi wisata. Foto diambil Selasa (13/8/2019).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Jika anda sudah menonton film Bumi Manusia yang baru saja dirilis pada 15 Agustus lalu, anda pasti tidak asing dengan set kolonialisme-nya. 

Siapa sangka set itu berada di Yogyakarta dan merupakan buah pemikiran dari sang sutradara, Hanung Bramantyo

Set pedesaan di era kolonialisme yang lengkap dengan rumah dan jalur kereta itu dibangun di Desa Gamplong, Moyudan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. 

Kompas.com berkesempatan mengunjungi studio alam tersebut pada Selasa (13/8/2019).
Studio alam itu dibangun di tengah Desa Gamplong. Di sana, kita bisa melihat set-set perumahan, pedesaan, pasar, rumah tradisional, dan lain-lain.

Baca juga: Desa Wisata Gamplong Makin Dikenal Wisatawan

Melihat studio alam itu bagaikan kita melihat Mini Hollywood di Amerika Serikat. 

Set pedesaan dan rumah yang digunakan untuk keperluan syuting Bumi Manusia di Desa Gamplong, Yogyakarta. Saat ini, studio tersebut sudah dibuka untuk umum dan dijadikan lokasi wisata. Foto diambil Selasa (13/8/2019).KOMPAS.com/KURNIASARI AZIZA Set pedesaan dan rumah yang digunakan untuk keperluan syuting Bumi Manusia di Desa Gamplong, Yogyakarta. Saat ini, studio tersebut sudah dibuka untuk umum dan dijadikan lokasi wisata. Foto diambil Selasa (13/8/2019).
Selain itu, keberadaan studio alam tersebut nampaknya berdampak positif bagi warga sekitar. 

Bagaimana tidak, banyak kios penjualan makanan dan suvenir yang dibangun di sekitar studio. 

Pembangunan studio alam Gamplong membuat perekonomian warga berdenyut kembali. 

Baca juga: Digunakan Syuting Bumi Manusia, Ini 5 Fakta soal Desa Wisata Gamplong

 

Buah ide Hanung Bramantyo

Sutradara Hanung Bramantyo saat menghadiri gala premiere Bumi Manusia di XXI Empire, Yogyakarta, Selasa (13/8/2019) malam.KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA Sutradara Hanung Bramantyo saat menghadiri gala premiere Bumi Manusia di XXI Empire, Yogyakarta, Selasa (13/8/2019) malam.
Sutradara Bumi Manusia Hanung Bramantyo mengatakan, studio alam Gamplong sudah dibangun sejak ia menyutradarai film Sultan Agung.

Saat itu, Hanung tengah mencari lokasi untuk membangun set syuting dan tidak dapat dirubuhkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X