5 Fakta Menarik Studio Lokananta, Tempat Rekaman Gesang hingga Slank

Kompas.com - 23/08/2019, 13:20 WIB
Lokananta KOMPAS.com/NUR ROHMI AIDALokananta
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Grup band Slank merampungkan album ke-23, Slanking Forever di studio rekaman bersejarah Lokananta di Solo, Jawa Tengah.

Dipilihnya Lokananta bukan tanpa sebab, mereka ingin menghidupkan kembali geliat Lokananta sebagai bagian industri musik Tanah Air.

Baca juga: Slank Pilih Lokananta untuk Rampungkan Album Baru

Ternyata, sepanjang perjalanan perusahaan rekaman musik (label) pertama dan satu-satunya milik negara, yang didirikan pada tanggal 29 Oktober 1956 tersebut, telah banyak mengukirkan hal-hal menarik di dalamnya.

Berikut rangkuman fakta-fakta menarik tentang Lokananta yang dirangkum Kompas.com dari berbagai sumber.

Rol pita master rekaman di sebuah tembok lobi Gedung Lokananta, Solo, Jawa Tengah. Kompas.com/Wahyu Adityo Prodjo Rol pita master rekaman di sebuah tembok lobi Gedung Lokananta, Solo, Jawa Tengah.

1. Perusahaan Musik Pertama di Indonesia

Bagunan Lokananta kini sudah menjadi situs cagar budaya. Nama Lokananta sendiri digagas oleh Raden Maladi, yang berarti gamelan dari khayangan bersuara merdu.

Pendirinya adalah Oetojo Soemowidjojo dan Raden Ngabehi Soegoto Soerjodipoero, pegawai RRI Surakarta yang mempelopori berdirinya Lokananta pada 29 Oktober 1956.

Baca juga: Notasi Tak Seragam, Indonesia Raya Direkam Ulang di Lokananta

2. Melahirkan Musisi Legenda di Indonesia

Studio yang sempat terkenal sebagai produsen vinyl ini, telah membantu melahirkan banyak nama-nama musisi besar, sebut saja Gesang, Waldjinah, Titiek Puspa, Bing Slamet, Manthous, dan Sam Saimun, White Shoes & Couples Company, Glenn Fredly hingga yang teranyar Slank.


Dari mulai Waldjinah, Titiek Puspa, hingga rekaman suara Pidato Bung Karno tersimpan di ruangan khusus piringan hitam, Lokananta, Solo, Jawa Tengah.Kompas.com/Wahyu Adityo Prodjo Dari mulai Waldjinah, Titiek Puspa, hingga rekaman suara Pidato Bung Karno tersimpan di ruangan khusus piringan hitam, Lokananta, Solo, Jawa Tengah.

3. Menyimpan Koleksi Penting

Lokananta memiliki ruangan tersendiri yang berisi jajaran koleksi piringan hitam. Sejak awal berdiri, Lokananta mempunyai dua tugas besar yaitu produksi dan duplikasi piringan hitam dan kemudian kaset audio.

Lokananta menyimpan master lagu Indonesia Raya dengan berbagai stanza. Koleksi seperti Waldjinah, Orkes Aneka Warna, Orkes Kerontjong Tjendrawasih, Zaenal Combo, dan masih banyak yang lainnya juga bisa ditemukan di Lokananta.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X