Merasa Dilecehkan, Elza Syarief Akan Laporkan Nikita Mirzani ke Polisi

Kompas.com - 02/09/2019, 13:14 WIB
Elza Syarief menggelar jumpa pers dikantor hukumnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/9/2019). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanElza Syarief menggelar jumpa pers dikantor hukumnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengacara Elza Syarief akan melaporkan artis peran Nikita Mirzani ke Bareskrim Polri pada Selasa (3/9/2019) bersama tim kuasa hukumnya.

"Besok kami ke Bareskrim Polri jam 11.00. Laporannya akan dibagian cyber. Pakai pasal yang paling berat. Saya ingin tahu dia kebal hukum apa enggak," kata Elza di kantor hukumnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/9/2019).

Elza akan melaporkan Nikita dengan pasal UU ITE dan fitnah. Selain Nikita, kata Elza, ada kemungkinan ia akan melaporkan juga pengacara Hotman Paris sebagai pemandu acara dan dua perempuan sebagai pemandu acara pendukung.

Baca juga: Dimarahi Nikita Mirzani, Elza Syarief: Ini Benar-benar Luar Biasa Sadis Melecehkan Saya

Diketahui dua perempuan tersebut adalah Melaney Ricardo dan Juliana Moechtar.

"Pokoknya penyidik yang akan lihat siapa yang bertanggung jawab terhadap tindakan aniaya terhadap diri saya, zalim terhadap saya," kata Elza.

Sebagai seorang perempuan, Elza merasa dilecehkan. Profesinya sebagai pengacara juga merasa dilecehkan. Bahkan, banyak teman-teman pengacara yang protes dengan perilaku negatif Nikita.

"Saya yang penting tegas saja. Nanti saya laporkan. Kalau sampai ada backing atau oknum, saya akan laporkan ke mana pun," kata Elza.

Baca juga: Dimarahi Nikita Mirzani, Elza Syarief: Ini Benar-benar Luar Biasa Sadis Melecehkan Saya

Pembawa Nikita Mirzani usai melaporkan anak angkat advokat Elza Syarief, Poppy Kelly di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (31/8/2019).KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Pembawa Nikita Mirzani usai melaporkan anak angkat advokat Elza Syarief, Poppy Kelly di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (31/8/2019).

"Kepada bapak Kapolri, Bareskrim, Wakapolri maupun ke mana pun akan saya laporkan jika ada yang menghalangi proses hukum dari Mabes polri. Karena sikap menantangnya dia, seolah-olah dia kebal hukum. Karena itu kita sudah siap-siap. Temen saya anggota DPR akan memantau proses ini.

Sementara itu, pada acara Hotman Paris Show, awalnya, Elza yang mewakili Sajad mengeluhkan bagaimana kliennya sulit menemui anak yang kini ada dalam asuhan Nikita.

Tak lama, Nikita lantas meluapkan emosinya pada Elza.

"Lu pikir gue narkoba, lo pikir gue maling? Gue tersangka juga jadi ibu yang ngurusin anaknya sendiri. Siapa yang ganggu? Otak lo sakit enggak? Tiga tahun enggak ganggu gue enggak bisa ya?" kata Nikita Mirzani dalam acara yang dipandu Hotman Paris tersebut.

"Kenapa saya enggak bisa marah sama ibu? Ibu aja berbohong, saya masih megang kuasa ibu yah. Ibu bilang ibu kasih surat ke pengadilan, pengadilan mana yang ibu kasih? Nafkah apa sudah dibayar? Itu bukan saya yang minta, pengadilan yang minta," ujar Nikita. 

Sementara itu, Elza Syarief memilih tidak merespons Nikita. 



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X