3 Fakta Tur dan Festival Sewindu Tulus

Kompas.com - 05/09/2019, 14:42 WIB
Penyanyi Muhammad Tulus dalam jumpa pers Tur dan Festival Sewindu Tulus di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Penyanyi Muhammad Tulus dalam jumpa pers Tur dan Festival Sewindu Tulus di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sukses dengan konser Monokrom, penyanyi Muhammad Tulus kembali dengan menggelar Tur dan Festival Sewindu Tulus.

Berikut adalah fakta-fakta tur dan festival tersebut.

1. Digelar di lima kota

Tur dan Festival Sewindu Tulus akan digelar di lima kota. Tur tersebut akan dimulai dari Malang pada 24 September, dilanjutkan Yogyakarta (26 September), Solo (18 Oktober), Makassar (25 Oktober) dan berakhir di Jakarta pada 1 November.

2. Peringatan delapan tahun

Yang spesial tur ini juga memperingati delapan tahun Tulus berkarier seperti tajuk dalam rangkaian tur ini yakni, "Sewindu".

"Kami akan menghadirkan konsep yang berbeda dengan konser Tulus sebelumnya seperti membawa tur ini ke kota di Indonesia, karena ini merupakan perayaan spesial bagi Tulus," kata CEO Rajawali Indonesia, Anas S Alimi selaku promotor.

Baca juga: Kisah Tulus yang Karyanya Sempat Ditolak pada Awal Berkarier

Ia berharap peringatan ini diharapkan bisa dirayakan bersama para penggemarnya di lima kota tersebut.

"Karena perjalanan musik saya selama delapan tahun enggak akan ke mana-mana tanpa teman-teman yang mendengarkan," ucap Tulus.

"Apa yang saya yakini kemudian menjadi karya tidak ada nilainya tanpa adanya apresiasi. Memang sudah seharusnya kita merayakan ini bersama-sama," imbuhnya.

Baca juga: Tur dan Festival Sewindu Tulus Bakal Digelar di 5 Kota

3. Kejutan di setiap kota

Dalam turnya nanti, Tulus menjanjikan sesuatu yang berbeda.

"Konten yang akan saya sampaikan juga benar-benar berbeda sih. Tapi orangnya sama, mukanya masih ini-ini aja," ujar Tulus.

Meski konsep yang digelar di lima kota akan sama, Tulus telah menyiapkan kejutan.

Baca juga: Didi Kempot Ingin Berduet dengan Tulus

"Kalau di detail detail kecil pasti dibedakan dari kota-perkota tapi apa konsep dasarnya akan diduplikasi," katanya.

"Jadi misalnya saya punya seratus lagu, ya seratus seratusnya dilatihankan tapi lagu mana yang saya akan bawakan nanti rahasia, biar ada elemen-elemen kejutan," imbuhnya.

Baca juga: Tampil Berbeda, Tulus: Intinya adalah Berkeringat



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X