Film Joker Bikin Keluarga Korban Penembakan Aurora Merasa Resah

Kompas.com - 26/09/2019, 09:04 WIB
Aktor Joaquin Phoenix saat menjalani salah satu adegan film Joker di subway. TMZAktor Joaquin Phoenix saat menjalani salah satu adegan film Joker di subway.

KOMPAS.com - Film Joker menuai kontroversi.

Keluarga dan sahabat dari para korban tewas penembakan bioskop di Aurora, Colorado, pada 2012, mengirim surat ke Warner Bros yang menyatakan keresahan mereka atas film Joker.

Penembakan tersebut diketahui terjadi saat film The Dark Knight Rises diputar.

Si penembak dengan rambut warna oranye kemerahan ketika itu mengatakan kepada polisi bahwa dia adalah Joker.

Ketika kami mengetahui bahwa Warner Bros sedang merilis sebuah film berjudul Joker yang menghadirkan karakter sebagai protagonis dengan kisah yang simpatik, itu membuat kami terdiam,” tulis para kerabat korban dalam surat itu, baru-baru ini.

Baca juga: Film Joker Belum Tayang, Sutradara Todd Phillips Bicara soal Sekuel

"Kami kami mendukung hak kebebasan berbicara dan berekspresi kalian. Tetapi, siapa pun yang pernah melihat film buku adaptasi komik dapat memberi tahu kalian: Dengan kekuatan besar datang tanggung jawab besar," tambah mereka.

"Itulah sebabnya kami meminta kalian untuk menggunakan platform besar dan pengaruh kalian untuk bergabung dengan kami dalam perjuangan membangun komunitas yang lebih aman dengan lebih sedikit senjata," lanjut mereka.

Pihak Warner Bros kemudian membalas surat itu melalui sebuah pernyataan.

Warner mencatat bahwa mereka telah menyumbang kepada para korban kekerasan di masa lalu, termasuk korban di Aurora.

Baca juga: Suara Tawa Joker Disebut Menghantui, Joaquin Phoenix Beberkan Rahasianya

Mereka juga mengaku bahwa perusahaan induk Warner Bros, AT&T, telah bergabung dengan perusahaan lain dalam menyerukan legislasi bipartisan untuk menangani kekerasan senjata.

"Pada saat yang sama, Warner Bros percaya bahwa salah satu fungsi mendongeng adalah untuk memancing percakapan sulit tentang masalah yang kompleks," bunyi pernyataan Warner Bros.

Jangan salah: baik karakter fiksi Joker maupun filmnya tidak mendukung kekerasan dunia nyata dalam bentuk apa pun. Bukan maksud dari film, pembuat film, atau studio untuk mengangkat karakter ini sebagai pahlawan," tambah Warner Bros.

Film Joker sendiri dibintangi oleh Joaquin Phoenix. Layar lebar garapan sutradara Todd Phillips itu dijadwalkan tayang pada 4 Oktober 2019.

Baca juga: Demi Perankan Joker, Joaquin Phoenix Turun Bobot hingga 23 Kg

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X