Awal Mula Tercetus Ide Multigenre dalam Synchronize Fest

Kompas.com - 01/10/2019, 14:45 WIB
Konferensi pers Synchronize Fest 2019 di Ecology Bistro Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019). Dokumentasi Synchronize Fest 2019 Konferensi pers Synchronize Fest 2019 di Ecology Bistro Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Festival musik multigenre Synchronize Fest 2019 akan segera digelar di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 4-6 Oktober.

Kali ini, Synchronize Fest mengusung tema "Memanusiakan Alam Mengalamikan Manusia".

Tak terasa, festival musik yang selalu menyajikan kejutan dengan berbagai lineup lintas genre dan generasi ini sudah memasuki tahun ke-4.

Lalu, bagaimana salah satu festival musik terbesar di Asia Tenggara ini tercetus dengan ide lintas genrenya?

Menurut Program Director Synchronize Fest Kiki Aulia alias Ucup, ide lintas genre itu lahir dari obrolan bersama dengan David Karto, salah satu pendiri label independen terbesar Indonesia Demajors.

Baca juga: The Flowers Rilis Album Baru Roda-Roda Gila di Synchronize Fest 2019

Demajors diketahui juga merupakan label penggagas lahirnya Synchronize Fest.

"Awal mula tercetus ide multigenre sebenarnya ide bersama sih, ya hasil brainstorm gue sama David Karto, kami mau memfasilitasi musik apa pun tanpa mau membatasi genre," ucap Kiki kepada Kompas.com di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2019).

Kata Kiki Aulia, banyak sekali acara musik, namun hanya menyuguhkan penampil yang itu-itu saja, baik dari segi musik maupun penampil.

"Karena kan banyak banget nama brand atau pensi yang ngundang band itu-itu saja," ucap Kiki.

Kegelisahan itu pun membuat Kiki dan kawan-kawan melahirkan Synchronize Fest dengan konsep multigenrenya.

Baca juga: Clubeighties Tampil Lengkap di Synchronize Fest, Tak Mau Disebut Reuni hingga Sering Bertemu

Halaman:
Baca tentang


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X