Glenn Fredly: Di Tengah Keriaan, Saya Ingin Sampaikan Pesan dari Indonesia Timur

Kompas.com - 11/10/2019, 19:08 WIB
Penyanyi Glenn Fredly tampil dalam Pekan Kebudayaan Nasional di istora Senayan Jakarta, Jumat (11/10/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPenyanyi Glenn Fredly tampil dalam Pekan Kebudayaan Nasional di istora Senayan Jakarta, Jumat (11/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.COM - Penyanyi Glenn Fredly menyampaikan sebuah pesan kepada para penonton saat manggung di Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) yang diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Jumat sore (11/10/2019).

"Di tengah keriaan kita bernyanyi, saya ingin menyampaikan pesan dari Indonesia Timur kepada teman-teman di Jakarta," kata Glenn usai menyanyikan lagu "Kolam Susu".

Kepada para penonton yang mayoritas anak-anak muda atau kalangan pelajar tersebut, Glenn mengatakan bahwa gempa secara terus-menerus menguncang beberapa tempat di Maluku.

Baca juga: Mutia Ayu Kejutkan Glenn Fredly di Atas Panggung

"Mereka masih merasakan guncangan gempa dan alami trauma. Bayangkan kejadian itu tiap waktu ada di Jakarta? Mereka di sana juga punya kegiatan dan aktivitas mereka terhenti karena fenomena alam ini," kata Glenn.

Ia berujar, sampai saat ini teknologi buatan manusia pun tidak bisa memprediksi sampai kapan gempa mengguncang beberapa tempat di Maluku.

"Kita harus bergandengan tangan. Saya berbicara buat anak-anak muda, tidak hanya untuk kepentingan mereka," kata Glenn.

"Setiap saya bilang, anak muda, suaranya mana?" teriak Glenn yang disambut keriuhan penonton.

Baca juga: Glenn Fredly Sumbangkan Hasil Konser Tanda Mata untuk Korban Gempa Maluku

Menurut Glenn, masa-masa mudanya sudah lewat.

Anak-anak muda saat ini adalah generasi penerus bangsa yang harus dijaga.

"Saya ingin generasi kalian tidak boleh mewarisi kebencian dan dendam. Izinkan saya menyanyikan lagu yang saya tulis dalam film Cahaya dari Timur: Beta Maluku," kata Glenn yang langsung menggelindingkan lagu "Tinggikan".

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X