Mahasiswa Kelahiran NTT Iwan Jaconiah Tampil di Festival Sastra Dunia Chekhov

Kompas.com - 17/10/2019, 18:28 WIB
Iwan Jaconiah Dokumentasi PribadiIwan Jaconiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyair Iwan Jaconiah terpilih sebagai wakil Indonesia pada pergelaran X International Literary Festival " Chekhov Autumn-2019" yang akan berlangsung di Yalta, Republik Crimea, Federasi Rusia, pada 21-24 Oktober 2019.

Pada Festival Sastra Chekhov ini, belum pernah ada peserta asal Indonesia yang menembus proses kurasi. Iwan menjadi penyair Indonesia pertama yang berhasil masuk sebagai peserta setelah melewati proses pengkurasian karya puisi.

The Union of Writer of Republic Crimea sebagai komite tinggi penyelenggara Festival Sastra Chekhov, memastikan ratusan penyair dari berbagai negara-negara di Eropa, Asia (Arab), dan Amerika akan turut berpartisipasi pada ajang yang memasuki tahun ke-10 penyelenggaraan itu.

Pada Festival Sastra Chekhov ini, ada enam puisi karya Iwan yang masuk nominasi. Pria kelahiran Niki Niki, Nusa Tenggara Timur (NTT), 27 Juli 1983 dijadwal akan membacakan karya puisinya dalam Bahasa Indonesia selama festival itu berlangsung.

Baca juga: PPN XI Kudus Dihadiri Penyair Berbagai Negara

"Tema puisi saya di Festival Sastra Chekhov ini tentang ungkapan akan alam dan kehidupan sehari-hari. Ada enam puisi yang lolos seleksi. Saya menulis dalam tiga bahasa puisi-puisi itu, yaitu Bahasa Indonesia, Inggris, dan Rusia," ujar Iwan kepada Kompas.com.

Puisi-puisi Iwan terpilih pada September lalu. Panitia pun mengundang Iwan yang tengah menempuh pendidikan pascasarjana Culturology di Russian State Social University, Moskow untuk turut serta karena puisi-puisinya dinilai mewakili tema negeri kepulauan oriental.

Dengan keikutsertaan Iwan pada Festival Sastra Chekhov itu, puisi-puisi Indonesia diharapkan kian dikenal dan diperdengarkan kepada khalayak Rusia dan dunia.

Dalam ranah sastra, penyair asal Timor Barat, Nusa Tenggara Timur, ini telah menulis tiga buku kumpulan puisi, yaitu Tapisan Jemari (2005), Rontaan Masehi (2013), dan Hoi! (2018), serta sejumlah antologi puisi bersama lainnya.

Iwan adalah peraih juara kedua pada International Literary Youth and Students dari The Pushkin Institute pada 2016. Dia juga sebagai penyair Asia pertama yang diundang untuk berpartisipasi pada International Poetry Festival "Taburetka" di Monchegorsk, Murmansk, pada 2017.

Baca juga: Bentara Budaya Bali Kenang Sosok dan Kiprah Penyair Reina Caesilia

Bagi Iwan, terpilih sebagai peserta di Festival Sastra Chekhov kali ini sangat penting untuk terus membumikan sastra Indonesia, terutama puisi, di negeri seberang.

"Chekhov adalah tokoh penting dalam sejarah sastra Rusia dan dunia. Semoga festival ini membuka jalan bagi para pegiat sastra dan penyair Indonesia ke depannya," ungkap mantan jurnalis Media Indonesia ini.

The Union of Writer of Republic Crimea memilih lokasi X International Literary Festival "Chekhov Autumn-2019" di Yalta, sebuah kota kecil di Crimea, karena di sana dramawan Rusia Anton Chekhov pernah menulis The Seagull, naskah drama tersohor yang dirampungkannya pada tahun 1895 dan diproduksi pertama kali pada 1896 lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X