Cerita Ari Lasso Sengaja Pancing Itikad Baik Promotor Sebelum Konsernya Dibatalkan

Kompas.com - 18/10/2019, 20:55 WIB
Ari Lasso  beraksi di Prambanan Jazz hari terakhir, yang digelar di Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta, Minggu (7/7/2019). KOMPAS.com/IRA GITAAri Lasso beraksi di Prambanan Jazz hari terakhir, yang digelar di Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta, Minggu (7/7/2019).
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Musisi Ari Lasso batal menggelar konser peringatan 27 tahun berkarya di Kota Kasablanka pada Rabu (16/10/2019).

Pelantun lagu "Rahasia Perempuan" ini mengatakan, pembatalan konser ini dilakukan karena promotor Optimus One tidak profesional dalam mempersiapkan konser.

Dalam video berjudul "KONSER ARI LASSO BATAL, INI PENJELASANNYA" yang diunggah di kanal YouTube pribadinya pada Kamis (27/10/2019), Ari mengatakan, pihak promotor menunjukkan sikap janggal beberapa minggu sebelum konser digelar.

Menurutnya, promotor jarang hadir dalam beberapa sesi latihan Ari dan para bintang tamu. 

Tak hanya itu, beberapa jam sebelum konser di Kota Kasablanka digelar, para promotor tak juga datang mendampingi tim Ari. Tak jelas apa alasan promotor.

Ari dan tim sempat melakukan upaya-upaya untuk memancing agar promotor menunjukkan  itikad baiknya.

Baca juga: Konser Ari Lasso Batal, Tak Bisa Tidur, hingga Anang Bersuara

Saat itu Ari dan tim memutuskan untuk mencopot semua peralatan konser dan bergegas meninggalkan Kota Kasablanka. 

"Uniknya ketika teman-teman Ari Lasso band memberesi alat-alat mereka tidak dicegah sama sekali oleh siapa pun di sana. Itu berarti bahwa memang mereka tidak punya plan, tidak punya niat untuk menggelar konser malam ini," ujar Ari dalam video tersebut. 

Baca juga: Kronologi Lengkap Pembatalan Konser Ari Lasso Secara Mendadak

"Logikanya kalau alat-alat yang sudah terpasang itu kemudian dicopoti atas kesepakatan yang diputuskan oleh manajemen Ari Lasso, tentunya kalau mereka memang niat, mereka akan mencegah," lanjutnya. 

Menurut Ari hal ini membuat ia dan timnya yakin pihak promotor memang tak benar-benar menginginkan konser itu berlangsung. Hal itu pula yang membuatnya yakin untuk membatalkan konser.

Ari mengaku sangat kecewa dengan sikap promotor. 

Baca juga: Demi Beli Tiket, Penonton Konser Ari Lasso Rela Kumpulkan Uang Makan

Melalui video tersebut, Ari berharap beragam pertanyaan masyarakat terkait batalnya konser tersebut dapat terjawab. 

Ia juga berharap video ini juga menjadi pelajaran bagi pihak promotor agar dapat lebih bersikap profesional di kemudian hari. 

"Saya pengin ada pelajaran. Saya pingin ada pembelajaran. Saya pengin ada sebuah hukuman, sebuah punishment kepada para promotor yang tidak profesional. Bahwa jangan ada lagi artis-artis yang mengalami ini," Ari menandaskan.

Baca juga: Sikap Promotor Janggal, Ari Lasso Sudah Feeling Konsernya Akan Batal



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X