Konsernya Dibatalkan Mendadak, Ari Lasso: Ini Timbulkan Ketidakpercayaan

Kompas.com - 18/10/2019, 21:29 WIB
Ari Lasso saat melakukan check sound sebelum program Rosi di Studio 1 Kompas TV, Menara Kompas, Jakarta, Kamis (21/3/2019). Dalam program tersebut Ari Lasso membawakan lagu Tak Harus Sama (Indonesia Jaya). KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESAri Lasso saat melakukan check sound sebelum program Rosi di Studio 1 Kompas TV, Menara Kompas, Jakarta, Kamis (21/3/2019). Dalam program tersebut Ari Lasso membawakan lagu Tak Harus Sama (Indonesia Jaya).

JAKARTA, KOMPAS.com - Batalnya konser 27 tahun berkarya musisi Ari Lasso yang sedianya digelar di Kota Kasablanka pada Rabu (16/10/2019) membuat banyak pihak kecewa, terutama para calon penonton yang telah membeli tiket.

Karena kejadian ini, Ari Lasso khawatir pembatalan konser tersebut membuat para penggemarnya tak percaya lagi informasi penyelenggaraan konser yang dipromosikan melalui media sosial.

Sebab, Ari Lasso menggunakan medsos sebagai salah satu media mempromosikan konsernya.

Baca juga: Cerita Ari Lasso Sengaja Pancing Itikad Baik Promotor Sebelum Konsernya Dibatalkan

"Ujungnya nanti ini bisa menimbulkan distrust, bisa menimbulkan ketidakpercayaan penonton bahwa konser yang diposting di media sosial itu belum tentu digelar. Kemudian orang tidak membeli tiket karena tidak percaya," ujar Ari Lasso dalam video berjudul "KONSER ARI LASSO BATAL, INI PENJELASANNYA" yang diunggah dalam kanal YouTube pribadinya, Jumat (18/10/2019).

Ari Lasso mengatakan, hal ini juga berpotensi membuat industri permusikan Indionesa menjadi loyo.

"Kemudian konser menjadi sepi, artis merasa tidak percaya diri tampil. Artis merasa value-nya tidak bagus lagi di atas panggung. Membuat artis tersebut ragu-ragu menggelar konser dan industri yang sedang ramai itu menjadi sepi lagi," kata Ari Lasso.

Baca juga: Sikap Promotor Janggal, Ari Lasso Sudah Feeling Konsernya Akan Batal

Ia berharap, para promotor menyadari hal ini dan menjaga sikap profesionalitas selama proses menyelenggarakan konser. 

Ari Lasso juga berharap, kejadian tak menyenangkan ini tak dialami artis lainnya.

"Jadi saya ingetin tuh untuk teman-teman yang mencoba menjadi promotor, harus mempunyai niat yang kuat, harus mempunyai profesionalisme yang kuat," ujar Ari Lasso.

Baca juga: Demi Beli Tiket, Penonton Konser Ari Lasso Rela Kumpulkan Uang Makan

Sebelumnya, Ari Lasso batal menggelar konsernya karena tak jelasnya sikap promotor.

Menurut Ari Lasso, promotor jarang menunjukkan batang hidungnya selama proses persiapan konser dilakukan. Bahkan, beberapa jam sebelum konser dimulai, promotor tak juga memberi kabar.

Hal ini membuat Ari Lasso memutuskan membatalkan konser.

Dikonfirmasi terkait ini, pihak promotor mengaku ada kesalahan teknis yang menyebabkan mereka tak dapat melangsungkan konser. Meski demikian, pihak promotor konser Ari Lasso tak menjelaskan secara detail kendala teknis yang dialami. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X