5 Cerita Ariel Tatum Tentang Borderline Personality Disorder, Apa Gejalanya?

Kompas.com - 21/10/2019, 11:00 WIB
Ariel Tatum berpose saat Anugerah Musik Indonesia ke-19 di The Ecovention Ocean Park, Ancol, Jakarta, Rabu (28/9/2016). KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOAriel Tatum berpose saat Anugerah Musik Indonesia ke-19 di The Ecovention Ocean Park, Ancol, Jakarta, Rabu (28/9/2016). KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

Ariel Tatum sudah menyadari dirinya memiliki gangguan mental sejak berusia dini.

Akhirnya, Ariel berobat ke psikiater.

"Jadi akhirnya aku memutuskan untuk mencari bantuan profesional," sambung dia.

Bahkan, Ariel Tatum berjuang sendiri mencari-cari psikolog untuk berkonsultasi.

"Untuk pertama kalinya aku cari psikolog untuk diriku sendiri usia 13 tahun, ngumpet-ngumpet dari orang tua. Ada uang jajan sendiri, jadi aku tahu ada saving money, sudah cari tahu cari klinik langsung," ujar Ariel Tatum dalam seminar Let's End The Shame, di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10/2019).

Hingga akhirnya Ariel Tatum menemukan dokter yang benar-benar ahli mengatasi kesehatan mentalnya.

Baca juga: Gangguan Mental, Ariel Tatum: Cuma Kita yang Bisa Mengubah Diri Sendiri

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

4. Peran keluarga

Ariel Tatum mengatakan, peran keluarga dan sahabat menjadi salah satu faktor yang membuatnya kuat.

Namun, di balik itu, yang paling berpengaruh besar akan proses terapi penyakit Borderline Personality Disorder (BPD) atau kepribadian ambang akut adalah diri sendiri.

"Seribu orang yang ngomong 'eh jangan sedih, jangan ini itu', semua itu kita butuh. Cuma satu-satunya yang bisa mengubah diri kita adalah diri sendiri," kata Ariel.

Baca juga: Ariel Tatum Selalu Ceria, Ibunda Kaget Saat Anaknya Ingin Bunuh Diri

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.