Angkat Tema Mistik Jawa, Film Horor Jeritan Malam Pertemukan Cinta Laura dan Herjunot Ali

Kompas.com - 29/10/2019, 06:28 WIB
Aktor dan aktris pemeran film Jeritan Malam, Cinta Laura (tengah), Herjunot Ali (kiri) dan Winky Wiryawan (kanan) berbicara dalam sesi wawancara khusus dengan Kantor Berita Antara di ruang redaksi Antara di Jakarta, Senin (28/10/2019). Wawancara khusus tersebut dalam rangka promosi film Jeritan Malam yang akan tayang pada 12 Desember 2019 di seluruh bioskop di Indonesia. ANTARA FOTO/APRILIO AKBARAktor dan aktris pemeran film Jeritan Malam, Cinta Laura (tengah), Herjunot Ali (kiri) dan Winky Wiryawan (kanan) berbicara dalam sesi wawancara khusus dengan Kantor Berita Antara di ruang redaksi Antara di Jakarta, Senin (28/10/2019). Wawancara khusus tersebut dalam rangka promosi film Jeritan Malam yang akan tayang pada 12 Desember 2019 di seluruh bioskop di Indonesia.
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Cinta Laura, Herjunot Ali, dan Winky Wiryawan berakting dalam genre film horor, kali ini melalui karya sutradara Rocky Soraya,   Jeritan Malam.

Herjunot atau akrab disapa Junot mengatakan, berbeda dari genre horor lainnya, film ini mengangkat tentang mistik yang telah lama dikenal di masyarakat Jawa.

"Unsur budaya Jawa seperti keris, pertemanan dengan supranatural. Itu sangat Indonesia sekali dan jarang diangkat pertemanan itu di dunia supranatural," kata Junot kepada Antara, Senin (28/10/2019).

Dalam film itu Junot berperan sebagai Reza, seorang pemuda yang menetap di Bogor. Dia tumbuh dan besar bersama budaya yang diajarkan keluarganya.

"Setelah dia selesai lulus kuliah, masih cari jati diri, lalu dia mendapat pekerjaan di suatu tempat dan bertemu karakter-karakter lain (Winky Wiryawan salah satunya)," tutur dia.

Baca juga: Herjunot Ali dan Cinta Laura Beradu Ketegangan dalam Jeritan Malam

Di sisi lain, ada karakter utama perempuan yakni Wulan yang diperankan Cinta Laura. Dia kekasih Reza yang berlatarbelakang suku Sunda di Bogor.

"Karakter aku, Wulan dan dia pacarnya Reza. Yang pasti karakter Wulan itu berbeda dengan karakter aku yang sebelumnya. Dari fisik aku dicat rambut gelap agar sesuai dengan gadis Bogor," ujar Cinta dalam kesempatan yang sama.

Wulan digambarkan sebagai sosok perempuan yang lembut dan pemalu. Cinta mengaku karakter ini amat berbeda dari kepribadiannya yang lebih berani mengutarakan pendapat.

Baca juga: Chemistry Kilat Cinta Laura dan Herjunot Ali

Cinta mengungkapkan, selain budaya Jawa, "Jeritan Malam" tak menghadirkan sosok mahluk halus.

"Di sini enggak (ada pocong, kuntilanak dan mahluk gaib lainnya), makanya elemen jump scare enggak banyak. Lebih fokus ke mistik budaya Jawa," ungkap dia.

Halaman:


Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X