Awal Mula Pendekar Tashoora, Ada Dandanan ala Wiro Sableng

Kompas.com - 06/11/2019, 11:42 WIB
Personil grup band Tashoora, Gusti Arirang, Dita Permatas dan Danang Joedodarmo (kiri ke kanan) berpose saat media visit ke Menara Kompas, Palmerah, Selasa (5/11/2019). Mereka baru saja meluncurkan album pertama mereka yang bertajuk Hamba Jaring Cahaya, Hamba Bela Gelapnya. KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESPersonil grup band Tashoora, Gusti Arirang, Dita Permatas dan Danang Joedodarmo (kiri ke kanan) berpose saat media visit ke Menara Kompas, Palmerah, Selasa (5/11/2019). Mereka baru saja meluncurkan album pertama mereka yang bertajuk Hamba Jaring Cahaya, Hamba Bela Gelapnya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kerap berpakaian ala boho membuat gaya band Tashoora kerap disamakan dengan pendekar.

Bahkan, salah satu personelnya, Danang Joedodarmo, sempat disamakan dengan salah satu karakter pendekar rekaan, Wiro Sableng.

Ternyata, gaya unik dari band asal Yogyakarta ini yang mengispirasi nama panggilan penggemar mereka, yakni "Pendekar Tashoora".

Baca juga: Keberanian Tashoora, Band yang Melek Isu Sosial

Kepada Kompas.com, Tashoora menceritakan nama panggilan itu berawal dari Twitter.

“Waktu itu kami sempat melemparkan, 'Teman-teman, enaknya (disebut) apa, ya?'," ungkap Dita Permata saat bertandang ke Menara Kompas, Jakarta, Selasa (5/11/2019).

“Terus ada orang bilang pendekar, eh lucu nih. Kayak, wah sesuai ya. Soalnya kebetulan baju kita kayak pendekar-pendekar juga kan kalau lagi manggung,” timpal Danang.

Baca juga: Nge-fans dengan Sheila On 7, Tashoora Nyaris Ajak Kolaborasi

Dandanan unik tersebut akhirnya membawa nama sebutan untuk fans mereka, yaitu "Pendekar Tashoora".

Diketahui, band yang terdiri dari Gusti Arirang (vokal, bass), Danang Joedodarmo (vokal, gitar), dan Dita Permata (vokal, kibor, akordeon) ini baru saja merilis album perdana bertajuk Hamba Jaring Cahaya, Hamba Bela Gelapnya di bawah naungan Juni Records.

Konsisten mengangkat isu sosial, Tashoora tengah menggarap lagu hasil obrolan dengan lembaga terkait, di antaranya korupsi (KPK), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, dan Komisi Nasional (Komnas) Perempuan.

Baca juga: Kisah Tashoora dari Panggung Pertama hingga Pergantian Formasi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X