Tarian Penghancur Raya, Suara .Feast Tentang Alam dan Budaya

Kompas.com - 11/11/2019, 11:51 WIB
KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELLI

JAKARTA, KOMPAS.com - Melalui lagu terbarunya, .Feast melahirkan karya yang sarat unsur alam dan budaya, terutama persoalan Tari Gandrung. Tarian Penghancur Raya rilis pada Jumat (8/11/2019).

Lewat kanal YouTube Sun Eater, .Feast merilis official lyric video dengan visual seorang penari yang menari Tari Gandrung.

Mengangkat isu utama soal Tari Gandrung yang sempat dilarang oleh kelompok masyarakat, .Feast juga menyematkan persoalan lain yang terjadi.

Baca juga: Tarian Penghancur Raya, dari .Feast Tentang Tari Gandrung...

Melalui pesan WhatsApp, Kompas.com menghubungin Fadli Fikriawan, bassist .Feast.

Fadli mengatakan, pada lagu ini banyak menyinggung hal-hal natural yang sudah lama ada di peradaban manusia, seperti soal alam dan budaya.

"Sama manusia yang sekarang seolah olah manusia sekarang merasa lebih tau, lebih pintar sehingga punya solusi yang dianggap lebih baik tapi sebernya merusak apa yang telah ada, tatanan yang udah ada itu," jawab Fikriawan yang akrab dipanggil Awan.

"Baik itu secara kondisi alam, baik itu budaya juga," lanjut Awan.

Awan menambahkan pada Tarian Penghancur Raya, manusia yang justru merusak alam lebih cepat.

"Sedangkan dari segi budaya kayak, budaya lama yang seolah olah tidak sesuai dengan ajaran yang sekarang, ajaran yang dianut sekarang jadi kayak merusak apa yang ada sejak lama aja sih," tambah Awan.

Baskara Putra dalam unggahan di akun Instagram miliknya menyebutkan bahwa Tarian Penghancur Raya menjadi garapan yang serius yang sebelumnya sudah direncanakan sebelum album pertama mereka, 'Multiverses'.

Baca juga: Hindia Targetkan 10.000 Orang Tanda Tangani Petisi Spotify Jason Ranti

"Akhirnya bisa 'kembali ke suara awal' yang kami ciptakan di saat pertama kali .Feast lahir bertahun-tahun, bahkan di saat album perdana belum rilis," tulis Baskara.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Malam ini, Tarian Penghancur Raya, single kedua @ffeastt dari album kami yang akan datang, rilis tepat pukul 00.00 WIB di YouTube (premiere) dan seluruh layanan musik digital lainnya seperti @spotifyasia. — Akhirnya bisa ‘kembali’ ke suara awal yang kami ciptakan di saat pertama kali .Feast lahir bertahun-tahun, bahkan di saat album perdana belum rilis. Sesuatu yang belum pernah kami coba garap secara serius karena MULTIVERSES keburu lahir, menggantikan materi-materi lama sebagai anak sulung. — Terima kasih juga untuk @oi.93 dan @wulannndsr yang sudah membantu melahirkan visi saya secara visual tanpa menghilangkan substansinya (terima kasih juga atas pendidikan kilatnya perihal sesajenan ????) — Selamat dan sukses. Salam, Hindia.

A post shared by Baskara Putra / Hindia (@wordfangs) on Nov 7, 2019 at 7:44am PST

"Karna memang dari dulu sebelum adanya 'Multiverses' bahkan kita kayak pengin menyentuh ranah rock yang musik yang agak gelap, kayak arahnya lebih progresif gelap dan banyak eksperimen didalamnya," jelas Awan ketika ditanya maksud dari 'kembali ke suara awal'.

.Feast yang ada sejak mereka berlima berkuliah di FISIP UI mengharuskan mereka belajar musik dengan cara otodidak.

Perlahan tapi pasti keinginan .Feast untuk memiliki karya dengan aransemen musik yang kompleks dan progresif terwujud.

Awan menuturkan, akhirnya single ini bisa mencapai ke musik awal yang .Feast inginkan dengan segala sound, komposisi, dan teknis musik yang ada di Tarian Penghancur Raya.

"Pokoknya itu (musik awal .Feast) dulu pengennya kayak gitu cuman belom sampe kesana aja," jelas Awan.

Baca juga: Antisipasi Bahaya di Konser, Kunto Aji dan .Feast Siapkan Alarm S.O.S

Menggambarkan garis besar album ketiga yang akan datang, Awan menjelaskan sedikit mengenai musik dan konsepnya.

"Tema yang diangkat di album ini kebetulan lebih gelap dan lebih hitam dan putih dan rasanya agak sedikit horor.. bukan horor sih tapi lebih tidak nyaman," tutur Awan.

"Namun karena aransemen dan eksplorasinya akan banyak yang beda sih bisa dibilang kayak gitu, tapi secara nuansa dan rasanya akan seperti ini sih, gitu," tutup Awan

Terkenal dengan lirik yang tajam dengan membawa isu-isu sekitar.

Tarian Penghancur Raya menjadi lagu kedua yang akan masuk di dalam album ketiga mereka 'Membangun dan Menghancurkan' yang akan datang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X