Bambang Asrini Widjanarko
Kurator seni

Kurator seni, esais isu-isu sosial budaya, aktivis, dan seorang guru. Kontak: asriniwidjanarko@gmail.com

Desain Puitik Glenn Hartanto di Republik Mauritius

Kompas.com - 01/06/2021, 11:30 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Mauritius dengan aset multikultural ini memiliki interdependensi politik, meski tak harus seperti Afrika Selatan dengan mempertahankan secara dejure dengan negara Inggris Raya.

Kembali ke pohon, sebagai pokok pangkal desain; bentuk visual berupa geometri huruf V adalah proses stilisasi imej pohon yang beritikad memberi bagian visualisasi runcing—sebagian bangunan-- yang mengarah pada lokasi Taman Botani besar di kompleks Beau Plan kota mandiri itu.

Pertimbangan berikutnya, rancang desain akhirnya mengerucut pada pembuatan courtyard dan segera “taman botani mini” seolah dipindahkan pada pusat bangunan Mediacity Mauritius, tepat di tengah-tengah sebagai semacam “pusat semesta” bangunan dengan atmosfir hijau pepohonan.

Pohon dan Taman Botani itu mengingatkan akan konsep keberlanjutan dalam desain arsitektural yang segera menerbangkan benak pada kemajemukan hutan dan pohon pun zat ekstraktifnya di Indonesia, yakni karet.

Mediacity Mauritius Morphasia Shadow PerspectiveDok Glenn Hartanto Mediacity Mauritius Morphasia Shadow Perspective

“Karet saya pilih sebagai simbol keberlanjutan, sebab usai disadap, selain benih pohon yang ditanam ulang, maka batang-tubuhnya tentu telah menjadi sampah. Prinsip keberlanjutan kemudian muncul, dan saya akan bawa materi khusus pohon karet yang telah tersadap getahnya ini dari Indonesia ke Afrika," kata Glenn.

Sebab selain secara artistik warnamya yang pucat, karet juga simbol iklim tropikal yang keberlanjutan dengan alam yang wajib dijaga. Sisi komoditas pada karet yang bermanfaat bagi manusia menjadi pertimbangan lain,” ujar Glenn menambahkan.

Arsitek berusia 42 tahun ini juga yakin bahwa pohon karet adalah yang membawa kepekaan cita rasa lokal Indonesia yang kuat di negara Mauritius.

Refleksi Puitik, Kaca, dan Louis Kahn

Dalam wawancara yang intim dan terbuka, Glenn mengaku terus terang bahwa ide dasar desain-desainnya selalu terinsprasi oleh mentor imajinatifnya, yakni Louis Isadore Kahn.

Sebagai alumni Universitas di Philadelphia, AS, yang mana Kahn pernah mengajar, Glenn terpikat pada kritikus dan arsitek sekaligus seorang profesor di departemen arsitektur di the School of Design at the University of Pennsylvania yang memberinya ide tak habis-habisnya tentang desain modern.

Mediacity Mauritius Morphasia Courtyard Glass Reflection and TreesDok Glenn Hartanto Mediacity Mauritius Morphasia Courtyard Glass Reflection and Trees

“Kahn memang memberi pendekatan sebuah gaya yang tak hanya monumental dan monolitik, bak sebuah karya seni patung. Namun, ia memberi penekanan bagaimana sebuah bangunan menimbang materi, beratnya, konstruksi detil dan mengaitkannya secara elok dari sisi seni, seperti kita menikmati sebentuk puisi bangunan” sergah Glenn.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.