Bambang Asrini Widjanarko
Kurator seni

Kurator seni, esais isu-isu sosial budaya, aktivis, dan seorang guru. Kontak: asriniwidjanarko@gmail.com

Tiga Kunci Pemulihan Ekonomi Pelaku Seni Rupa

Kompas.com - 15/06/2021, 17:26 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Visi 2045, Digitalisasi dan Ekosistem Seni

Sejumlah strategi dijabarkan oleh Enrico tentang visi 2045 jika pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif mampu menyesuaikan diri dengan penerapan protokol kesehatan pada aktifitas off lines selain digitalisasi, adanya stimulus kepada pelaku bisnis, seperti reduksi pajak, kompensasi fiskal tertentu, dll.

Sementara, kalangan usaha kecil dan menengah mendapatkan intensif bantuan langsung tunai sampai pinjaman lunak yang diterapkan secara konsisten.

Baca juga: Realisasi Anggaran Pemulihan Ekonomi 2021 Capai Rp 219,6 Triliun

Selain itu, ia menekankkan lagi akselerasi atas iklim investasi dan peraturan kebijakan fiskal dan industri yang jelas, pemberdayaan ketrampilan lewat pelatihan, lokakarya, seminar dan tentu saja ini: adaptasi digitalisasi seluruh perangkat kerja dan aktifitas dari hilir sampai hulu (ekosistem) yang memproduksi seni rupa serta peningkatan pemasaran di dalam negeri dan manca negara.

Wakil Kemenparekraf, Joshua Simanjuntak, sebagai staf ahli Menteri Bidang Inovasi dan Kreativitas menyampaikan bahwa kuncinya memang pemerintah memulai menerapkan digitalisasi ekonomi, agar kembalinya produktifitas para pekerja kreatif.

Seperti pemilik galeri, balai lelang, art fair, terutama seniman untuk menciptakan kondisi adaptasi digital menemukan beragam inovasi,

Joshua menyitir pula agenda pemerintah kampanye pemulihan ekonomi kreatif dengan anjuran membeli produk lokal yang disebut sebagai BBI, Bangga Buatan Indonesia.

Harapan dari ekonom Enrico pun pernyataan Joshua bisa jadi kita memang mampu menggapai visi 2045 dan akselarasi pemulihan saat ini bisa terwujud.

Namun, tentu saja pemerintah selayaknya menimbang beberapa hal, bahwa aspek seni rupa selama ini memiliki kluster dan klasifikasi yang berbeda-beda.

Selayaknya, bantuan individu dilakukan konsisten (kecenderungan seniman berkarya secara personal/soliter tanpa manager), selain mereka yang bekerja secara kolektif, yakni bergabung di komunitas yang mapan dengan sistem manajerial jelas.

Terutama, untuk pendistribusian dukungan dan fasilitasi yang merata dengan pemilihan penerima bantuan sejumlah daerah baik di dalam dan diluar Jawa dan Bali secara geografis.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.