Leila S Chudori
Penulis & Wartawan

Penulis, Wartawan, Host Podcast "Coming Home with Leila Chudori"

Parasit Bernama Para Pembajak Buku

Kompas.com - 29/09/2021, 11:03 WIB
Ilustrasi buku bajakan. PEXELS.com/Monstera; ILUSTRASI: Laksono Hari WIlustrasi buku bajakan.

TENGOKLAH marketplace. Perhatikan buku-buku yang ingin Anda beli ternyata berharga sangat murah sekitar Rp 10.000 sampai Rp 20.000, meski harga resmi di toko buku atau toko buku online resmi mungkin adalah Rp 80.000 hingga Rp 100.000.

Buku-buku yang super murah itu hampir pasti adalah buku bajakan.

Apa bedanya buku bajakan dengan buku asli yang diterbitkan dari penerbit resmi?

Dari sisi penampilan buku bajakan sudah pasti jauh lebih buruk: isi sering merupakan hasil fotokopi dengan sampul wajah yang juga merupakan fotokopi berwarna; atau hasil cetak yang mutunya jauh lebih rendah daripada buku asli.

Buku bajakan jelas adalah sebuah produk hasil pencurian karena buku itu diproduksi kembali oleh pihak pembajak tanpa izin.

Para pembajak ini mampu mengambil keuntungan besar--besarnya tanpa mengeluarkan ongkos besar, persis tanaman parasit yang menemplok di pohon besar dan menghirup segala yang ada di dalam pohon itu.

Pada dasarnya, para pembajak buku mengambil hak ekonomi para penulis, penerbit, editor, ilustrator dan mereka yang bekerja untuk menghasilkan buku tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di marketplace mereka menyebutnya dengan istilah-istilah euphemisme: KW, repro, copy original, "buku berkualitas harga terjangkau", non-ori. Pendeknya: istilah-istilah yang membuat pembelinya tak terlalu merasa berdosa.

Kali ini podcast "Coming Home with Leila Chudori" musim tayang ke 7 mengundang Wandi Brata , Direktur grup penerbitan Gramedia dan Haidar Bagir, Direktur Utama Mizan Grup, untuk membahas persoalan yang sudah bak kanker yang menggerogoti kehidupan industri buku di Indonesia.

Kedua narasumber dalam acara ini terdengar antara jengkel, marah sekaligus –menggunakan bahasa Haidar Bagir tak henti "mengelus dada" menyaksikan bagaimana industri pembajakan buku Indonesia sudah menjadi industri jauh lebih besar dan beruntung hingga triliunan rupiah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.