"War for the Planet of the Apes", Upaya Membunuh Rasa Dendam - Kompas.com

"War for the Planet of the Apes", Upaya Membunuh Rasa Dendam

Tri Susanto Setiawan
Kompas.com - 17/07/2017, 21:48 WIB
War for the Planet of the Apes20th Century Fox War for the Planet of the Apes

JAKARTA, KOMPAS.com - Film War for the Planet of the Apes menjadi trilogi penutup dari rangkaian pertikaian antara koloni kera cerdas dan koloni manusia.

Jika seri pertama Rise for the Planet of the Apes (2011) mengisahkan kemunculan kera cerdas dan virus yang mematikan bagi manusia. Dilanjutkan kemudian dengan Dawn for the Planet of the Apes (2014) yang menjadi pemicu perang antara koloni kera cerdas dan manusia.

Kali ini, War for the Planet of the Apes menitik beratkan pada cerita akhir dari peperangan tak berkesudahan antara dua koloni itu untuk menjadi penguasa terakhir di bumi. Cerita bermula setelah primata mengalami kekalahan telak.

Caesar (Andy Serkis) yang merupakan pemimpin koloni kera merasa dendam terhadap manusia.

Puncak kemarahan Caesar terjadi ketika istri dan anaknya dibunuh oleh Kolonel Kerni (Woody Harrelson), pemimpin koloni manusia yang terkenal kejam.

Caesar lalu melakukan perjalanan membalas dendam dibantu oleh para loyalisnya. Mereka adalah Maurice (Karin Konoval), Rocket (Terry Notary) dan Luca (Michael Adamthwaite) yang merupakan tangan kanan Caesar.

[Baca juga: Planet of the Apes 3, Pertempuran Abadi Manusia Lawan Primata]

Selama perjalanan mereka bertemu kera lain bernama Bad Ape (Steve Zahn) dan seorang anak manusia penderita virus mematikkan, Nova (Amiah Miller).

Celakanya, rombongan kera yang mengungsi atas perintah Caesar ditangkap dan ditawan oleh pasukan Kolonel. Psikis Caesar semakin tak terkendali. Caesar pun diselimuti amarah dendam seperti Koba (Toby Kebbell), seekor kera yang menjadi pengobar peperangan antara manusia dan kera.

Caesar pun harus menentukan keputusan untuk menyelesaikan dendam pribadi atau menyelamatkan kaumnya.

Film berdurasi 2 jam 20 menit itu menyuguhkan cerita yang sempurna. Sutradara Matt Reeves sukses membangun rangkaian dialog yang ringan dan penuh makna bersama penulis skenario Mark Bomback. Di mana tokoh Bad Ape menjadi sosok pencair di kala berkecamuknya peperangan.

Meskipun mengaungkan kata 'War', suasana film tak setegang yang dibayangkan. Justru, aroma cinta begitu kuat mematahkan rasa dendam dari dua cerita film sebelumnya.

Amarah Caesar sendiri tidak lepas dari kejadian yang dialaminya serta bayang-bayang Koba yang kerap muncul dipikiran Caesar. 

Beruntung, Maurice yang merupakan orangutan kepercayaan Caesar menjadi sosok yang menyejukkan ketika amarah Caesar bergejolak. Begitu pula Nova yang berhasil membunuh amarah dan dendam Caesar terhadap manusia.

Bisa dibilang, cara berpikir kera semakin cerdas dan manusia semakin gila akan kekuasaan.

Film fiksi War for the Planet of the Apes garapan rumah produksi Chernin Entertainment dan TSG Entertainment akan tayang di gedung bioskop Indonesia pada 26 Juli 2017. Sedngkan di Amerika Serikat, film ini telah ditayangkan pada 14 Juli lalu.

[Baca juga: Film War for the Planet of the Apes Tayang 26 Juli 2017]

PenulisTri Susanto Setiawan
EditorBestari Kumala Dewi
Komentar
Close Ads X