Teater Koma Pentaskan Warisan yang Sunyi - Kompas.com

Teater Koma Pentaskan Warisan yang Sunyi

Tri Susanto Setiawan
Kompas.com - 27/07/2017, 15:20 WIB
Tim produksi Teater Koma diabadikan di Galeri Indonesia Kaya (GIK) Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2017). Mereka mementaskan lakon berjudul Warisan yang merupakan produksi ke-149 di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, pada 10 hingga 20 Agustus 2017.KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWAN Tim produksi Teater Koma diabadikan di Galeri Indonesia Kaya (GIK) Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2017). Mereka mementaskan lakon berjudul Warisan yang merupakan produksi ke-149 di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, pada 10 hingga 20 Agustus 2017.

JAKARTA, KOMPAS.com - Teater Koma akan mementaskan lakon berjudul 'Warisan' yang merupakan produksi ke-149 di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, pada 10 hingga 20 Agustus 2017 mendatang.

Penulis cerita dan sutradara Nano Riantiarno mengatakan bahwa 'Warisan' merupakan naskah baru yang ia tulis pada 2017 ini.

"Saya rasa naskah ini cocok dimainkan saat ini," kata Nano di Galeri Indonesia Kaya (GIK) Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2017).

Aksi para seniman Teater Koma dalam pementasan lakon berjudul Warisan yang merupakan produksi ke-149 di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017). Lakon Warisan bercerita tentang Panti Wredha yang menjadi kebanggan kota, dimana kaum tua dan terlantar ditampung di panti serta menyinggung soal korupsi dan utang.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Aksi para seniman Teater Koma dalam pementasan lakon berjudul Warisan yang merupakan produksi ke-149 di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017). Lakon Warisan bercerita tentang Panti Wredha yang menjadi kebanggan kota, dimana kaum tua dan terlantar ditampung di panti serta menyinggung soal korupsi dan utang.
'Warisan', kata Nano, juga untuk merayakan hari ulang tahun berdirinya Teater Koma yang ke-40.

[Baca juga: Membaca Teater Koma, Catatan Perjalanan 40 Tahun]

Pada konsepnya nanti, Nano akan meramunya berbeda dari lakon-lakon yang pernah dipentaskan sebelumnya.

"Warisan tidak ada ilustrasi musik dan tidak ada tarian yang biasa ditampilkan oleh kami. Sebagian tokoh pemain dirias selayaknya usia 70 tahunan dan 'Warisan' akan memberikan kejutan dalam teknik perpindahan set," ujar dia.

Aksi para seniman Teater Koma dalam pementasan lakon berjudul Warisan yang merupakan produksi ke-149 di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017). Lakon Warisan bercerita tentang Panti Wredha yang menjadi kebanggan kota, dimana kaum tua dan terlantar ditampung di panti serta menyinggung soal korupsi dan utang.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Aksi para seniman Teater Koma dalam pementasan lakon berjudul Warisan yang merupakan produksi ke-149 di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017). Lakon Warisan bercerita tentang Panti Wredha yang menjadi kebanggan kota, dimana kaum tua dan terlantar ditampung di panti serta menyinggung soal korupsi dan utang.
Adapun lakon 'Warisan' bercerita tentang Panti Wredha yang menjadi kebanggan kota. Kala itu, kaum tua dan terlantar ditampung di panti. Namun, delapan tahun kemudian kondisi panti berubah.

Panti kini mulai menampung orang kaya yang mampu membayar mahal. Panti pun dibagi untuk orang kaya dan orang miskin. Berbagai macam karakter mulai dari penulis hingga koruptor ada di situ.

[Baca juga: Rayakan HUT Ke-40, Teater Koma Gelar Pementasan Opera Ikan Asin]

 

PenulisTri Susanto Setiawan
EditorBestari Kumala Dewi
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM