Nadine Chandrawinata Kampanyekan #BebasButaHuruf - Kompas.com

Nadine Chandrawinata Kampanyekan #BebasButaHuruf

Tri Susanto Setiawan
Kompas.com - 13/08/2017, 11:55 WIB
Nadine Chandrawinata mengikuti kampanya gerakan #BebasButaHuruf di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (13/8/2017). Kampanye iitu diinisiasikan oleh Komunitas Taman Bacaan Pelangi dan Sea Soldier.KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWAN Nadine Chandrawinata mengikuti kampanya gerakan #BebasButaHuruf di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (13/8/2017). Kampanye iitu diinisiasikan oleh Komunitas Taman Bacaan Pelangi dan Sea Soldier.

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Nadine Chandrawinata ikut mengampanyekan gerakan #BebasButaHuruf.

Kampanye yang dipelopori Komunitas Taman Bacaan Pelangi dan Sea Soldier itu digelar dengan mengadakan kegiatan bersepeda di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (13/8/2017).

"Kami bersama Taman Bacaan Pelangi sama Sea Soldier gowes sama-sama," ujar Nadine di sela acara tersebut.

Dalam acara tersebut, Nadine dan peserta bersepeda di kawasan Senayan sebanyak satu  putaran dari titik awal di FX Senayan.

Sepanjang perjalanan, ada tim yang bertugas membawa spanduk berwarna putih.

Orang-orang yang sedang berolahraga di kawasan itu diminta untuk membubuhi tanda tangan. Mereka harus menuliskan #BebasButaHuruf dengan satu mata tertutup.

[Baca juga: Nadine Chandrawinata Tak Kepikiran Jadi Pesepeda Profesional]

"Kami mengajak pengunjung di sini, bagaimana sih kalau kita benar-benar buta huruf. Rasanya gimana? Pasti berantakan kan. Jadi betapa pentingnya kita belajar edukasi. Karena pendidikan adalah aset negara," kata dia.

Dari kampanye ini, Nadine berharap bahwa setiap orang dapat peduli terhadap masalah yang masih ada di pelosok wilayah Ibu Pertiwi ini.

"Dalam arti, pendidikan itu paling penting. Kalau kita tidak bisa membaca dan menulis tidak mengerti apa yang ada di sekitar kita, tentang kata-kata itu bagaimana rasanya," ujar dia.

[Baca juga: Nadine Chandrawinata: Jangan Nekat, karena Menurut Gue Itu Bunuh Diri]

PenulisTri Susanto Setiawan
EditorKistyarini
Komentar