Jika Digemari Kaum Ibu, Efek Rumah Kaca Senang - Kompas.com

Jika Digemari Kaum Ibu, Efek Rumah Kaca Senang

Andi Muttya Keteng Pangerang
Kompas.com - 13/09/2017, 11:55 WIB
Kolaborsi Efek Rumah Kaca dan Cognatio Orkestra di Burst Stage Soundrenaline 2017 di Garuda Wisnu Kencana, Bali, Sabtu (9/7/2017).KOMPAS.com / Andi Muttya Keteng Kolaborsi Efek Rumah Kaca dan Cognatio Orkestra di Burst Stage Soundrenaline 2017 di Garuda Wisnu Kencana, Bali, Sabtu (9/7/2017).

DENPASAR, KOMPAS.com -- Efek Rumah Rumah Kaca ( ERK) dikenal sebagai salah satu band independen (indie) terkemuka di Tanah Air yang biasa meluncurkan pesan sosial, politik, dan lingkungan, bukan cerita asmara, melalui lirik lagu.

Musik ERK juga tergolong bukan musik yang ringan atau mudah dicerna.

Lalu bagaimana jika suatu hari nanti musik Efek Rumah Kaca, yang digemari kaum muda, kelak bisa disukai oleh umumnya kaum ibu?

"Lebih bahagia harusnya, karena ibu-ibu bisa satu pikiran sama kami. Kalau ibu-ibu sudah suka, biasanya semua suka, he he he. Enggak ada masalah," kata penabuh drum ERK, Akbar Bagus, dalam sesi wawancara di area Soundrenaline 2017, Garuda Wisnu Kencana, Bali, akhir minggu yang baru lalu.

Baca juga: Langka, Efek Rumah Kaca Diiringi Orkestra dalam Soundrenaline 2017

Pemain bas Efek Rumah Kaca, Poppie Airil, memandang itu sebagai hal yang menarik. Menurut ia, apabila musik mereka sudah diterima oleh para ibu, pesan dari ERK bisa ditularkan ke anak mereka.

"Bisa diturunkan ke anak-anaknya," ucap Poppie, yang menggantikan pemain bas ERK Adrian Yunan Faisal untuk sementara.

Baca juga: Kekuatan Kata Efek Rumah Kaca

"Kami enggak pernah terlalu mikirin banget ERK bisa jadi band mainstream. Kami fokus membuat lagu yang ingin kami bicarakan, lalu ada orang merespons baik, itu baik. Kalau ada ibu-ibu nyanyiin lagu ERK, mungkin bakal seneng," timpal Cholil Mahmud, vokalid ERK.

PenulisAndi Muttya Keteng Pangerang
EditorAti Kamil
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM