Ungu Isi "Mozaik" dengan Berbagai Macam Warna Musik - Kompas.com

Ungu Isi "Mozaik" dengan Berbagai Macam Warna Musik

Kompas.com - 18/03/2015, 23:43 WIB
KOMPAS.com/IRFAN MAULLANA Grup band Ungu yang terdiri dari (kiri ke kanan) Oncy, Makki, Pasha, Rowman, dan Enda, diabadikan usai peluncuran album Mozaik, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2015).
JAKARTA, KOMPAS.com -- Grup band Ungu yang terdiri Pasha (vokal), Makki (bas), Oncy (gitar), Enda (gitar), dan Rowman (drum) mencoba menyuguhkan sesuatu yang belum pernah mereka lakukan selama 18 tahun berkarya, yaitu memasukkan berbagai macam warna musik ke dalam sebuah album terkini Ungu yang berjudul Mozaik.

"Kenapa namanya Mozaik? Ya karena album ini ada banyak jenis musiknya," kata Pasha dalam jumpa pers peluncuran album terbaru Ungu, Mozaik, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2015).

"Bisa dibilang selama 18 tahun itu kami memainkan musik-musik yang dalam tanda kutip itu komersil. Sekarang kami coba sesuatu yang baru dengan memajemukan musik Ungu dengan warna-warna yang berbeda," timpal Makki.

Warna-warna yang dimaksud adalah Ska, pop-rock, elektronik, string orchestra, hingga groove. "Tentu seperti yang diharapkan Cliquers. Mereka berharap sesuatu yang baru. Banyak lagu baru yang berbeda di sini," ujar Pasha.

Untuk lagu "Pogo-Pogo" misalnya, Ungu membawa penggemar musiknya kembali ke era awal 2000 di mana tren musik Ska melanda industri musik Tanah Air kala itu. Sementara di lagu "Aku Tahu", Ungu memersembahkannya dengan racikan musik yang mengalun sendu. Sehingga pesan positif agar tidak tergesa-gesa untuk mengambil keputusan bisa tersampaikan. Karena akhirnya kekuatan cinta lah yang akan kembali mengikatnya.

"Terbaik" menjadi sebuah lagu hasil kolaborasi Ungu dengan Irwan "Opung" Simanjuntak. Lagu ini punya sentuhan aransemen yang cukup berbeda dengan nuansa pop-rock kekinian yang menjadi hidangan utamanya. Adanya sentuhan elektronik juga menjadikan single ini terdengar lebih segar. Sentuhan warna groove yang dihadirkan dalam petikan bas kali ini juga tidak biasa.

Begitu juga untuk lagu "Andai Aku Bisa", suasana duka kehilangan tergambar jelas pada dentingan piano hingga petikan melodi gitar yang menyayat berbumbu string orchestra yang membalutnya. Lagu berikutnya ada "Cududu" (All I Wanna Do) yang dibawakan Ungu bersama vokalis Lala Karmela dalam bahasa Inggris yang mudah dicerna.

Sementara untuk lagu-lagu, "Hanya Untukmu", "So Beautiful", "Get Up Stand Up", "Berteman Sepi", "Baku Jaga", dan "Segala Puji Syukur", Ungu banyak melakukan eksperimen dalam mengembangkan musiknya.

Menurut Makki, terobosan ini tak lepas dari kerja sama yang dijalin Ungu dengan produser-produser Irwan Simanjuntak, Ari Aru, Stephan Santoso, Andi Jibron, Denny Chasmala, hingga Andreas Arianto untuk meramu 11 aransemen lagu yang ada dalam album Mozaik.

"Dengan berbagai lagu yang baru kali ini kami bawakan berkolaborasi dengan tujuh produser dan ini rekaman paling lama," kata Makki. "Sebenarnya itu lagu dari kami. Kami yang ngarahin, produser diminta menerjemahkan lagu itu sesuai intepretasi ide mereka," tambahnya.


EditorIrfan Maullana

Close Ads X