Vokalis Beberkan Isi Album Ketiga Efek Rumah Kaca

Kompas.com - 16/06/2015, 17:11 WIB
Cholil Mahmud, vokalis band Efek Rumah Kaca, mengisi acara Rock The Vote di Rolling Stone Cafe, Jakarta Selatan, Selasa (22/1/2013). Acara ini merupakan ajang pengumpulan dana secara kolektif untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat nomor urut lima, Rieke Dyah Pitaloka dan Teten Masduki. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNACholil Mahmud, vokalis band Efek Rumah Kaca, mengisi acara Rock The Vote di Rolling Stone Cafe, Jakarta Selatan, Selasa (22/1/2013). Acara ini merupakan ajang pengumpulan dana secara kolektif untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat nomor urut lima, Rieke Dyah Pitaloka dan Teten Masduki.
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah pengerjaan album ketiga Efek Rumah Kaca (ERK) beberapa kali tertunda, para personel band tersebut berharap album itu bisa selesai dan dirilis pada 2015.

"Penginnya (tahun ini), tetapi gue udah ngomong itu berkali-kali ya. Waktu ditanyain tahun 2013, pengin rilis tahun itu, 2014 juga gitu. Pengin banget sih dan mudah-mudahan, (karena) sekarang gue enggak kerja nih, jadi harusnya punya banyak waktu. Kalau kemarin memang karena manggung, kerja, jadi emang ribet gitu ya. Mungkin sekarang dengan enggak kerja, jadi seniman total, ada waktulah buat menyelesaikan," tutur Cholil Mahmud (vokalis, gitaris, dan pencipta lagu) sekaligus mewakili Adrian Yunan Faisal (bas dan vokal latar) dan Akbar Bagus Sudibyo (drum), ketika diwawancara di Galeri Nasional, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2015).

Cholil, yang baru saja kembali dari studi masternya di New York University, AS, menceritakan bahwa kini ERK sedang melanjutkan rekaman album tersebut.  

"Lagi rekaman. Jadi, sebelum gue pergi, gue tuh meninggalkan album yang sudah hampir jadi. Rencananya mau ngerekam dari sana, cuman enggak sempet, memang kuliahnya padet," katanya.

Cholil membeberkan, dalam album yang akan berisi enam lagu itu, ERK masih mengangkat potret kehidupan.

"Lebih banyak ke musiknya sih album sekarang. Maksudnya, kalau gambaran keseluruhan, enggak ada perbedaan dengan yang lalu-lalulah, potret sekarang dan harapan kami," ujarnya.

Namun, lanjut Cholil, ada eksperimen dalam musik mereka.

"Ada beberapa musik yang kami enggak pernah mainin pada album-album sebelumnya. Ada lagu yang hanya gitar doang, sama delay doang, sama suara canting gitu. Ada lagunya, tetapi instrumennya gitar doang, itu ada. Ada lagi yang cuma instrumental, sama humming (menggumam)," katanya lagi.

Adrian, pemain bas, pun memiliki banyak peran dalam menciptakan lagu serta mengisi vokal.

"Banyak yang nulis (lagu). Adrian juga, liriknya. Jadi, soal kehidupan Adrian, bagaimana dia menghadapi kehidupannya, ini mulai diangkat," kata Cholil.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X