Ketika Dekat Jawab Pertanyaan-pertanyaan Usang dengan "FAQ" - Kompas.com

Ketika Dekat Jawab Pertanyaan-pertanyaan Usang dengan "FAQ"

Kompas.com - 19/03/2016, 15:06 WIB
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Personel grup musik Dekat, Mohammed Kamga, Chevrina Anayang, dan Tahir Hadiwijoyo atau Tata (kiri ke kanan) berpose di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Kamis (10/3/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com -- Hampir satu setengah tahun sejak memproklamirkan diri dengan konsep band baru bernama Dekat dan merilis album mini Lahir Kembali, kini trio vokalis Mohammed Kamga, Chevrina Anayang, dan Tahir Hadiwijoyo atau Tata hadir dengan album kedua yang berjudul Meranggas.

Album mini kedua Dekat tersebut mengandalkan lima lagu baru yang segar. Perpaduan electronic dance music (EDM), reggae, dan rap menjadi 'bumbu' utama Meranggas yang mendahulukan lagu "Berkhayal" sebagai single jagoannya.

Namun, berdasar susunan repertoar albumnya, para personel Dekat lebih memilih lagu "FAQ" sebagai mukadimah Meranggas. Mengapa?

"Lagu 'FAQ' itu kami ciptakan dari pengalaman pribadi sejak Dekat lahir sampai detik ini. Soalnya kami suka gemas sama orang yang tidak riset dulu, padahal dia mau wawancara sama siapa, gue enggak tahu dia dadakan atau gimana," kata Tata saat berbincang dengan Kompas Entertainment di redaksi Kompas.com, Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (10/3/2016).

Ya, Dekat mengaku gemas dengan peliput atau juga mereka yang selalu bertanya akan pertanyaan-pertanyaan usang seperti "Mengapa grup vokal Tangga bubar?", atau "Di manakah Nerra yang dulu juga personel Tangga?".

"Misalnya pertanyaan, 'Kenapa sih jadi bertiga', jawabannya 'Kenapa enggak lagi!', terus 'Lagu lama masih dibawain enggak?', jawabannya 'Ayolah ini kan band baru'. Sebenarnya kami bukan yang sebal gimana banget, tapi gemas saja. Jadi lagu 'FAQ' itu berangkatnya dari situ" tutur Tata.

Untuk proses kreatifnya, FAQ dicipta sebagai lagu yang paling bungsu dalam album Meranggas. Ketika itu, Dekat lebih dulu merekam lagu-lagu "Lebih Dariku", "Berkhayal", "Penjahat", dan "Pulang".

Dikatakan Kamga, "FAQ" lebih dulu tercipta dari dentuman atau beat yang diramu oleh music director Dekat, Marcellino Nugraha.

"Sebenarnya si 'FAQ' ini tadinya cuma beat yang judulnya 'Jungle'e', karena beat-nya nuansa jungle. Marcell bikin beat ini sudah lama, sudah dari awal 2015, terus dikasih ke gue tapi gue enggak tahu mesti bikin lagu ini seperti apa. Tapi gue suka lagu ini, akhirnya gue simpan dulu deh. Sampai akhirnya kami jadi empat lagu, pas sisa satu lagu lagi kami ingat beat ini," kata Kamga bercerita.

"Akhirnya karena Kamga belum dapat idenya, Kamga kasih beat ini ke gue, siapa tahu ini bisa jadi rap base kali ya. Nah gue bingung, lagu dark kayak gini, mood-nya enggak cocok buat lagu cinta. Entah kenapa gue terpikir ini sih buat ngebahas soal Dekat sih, soal orang-orang yang suka nanya-nanya gitu," timpal Tata.

Berangkat dari ide itu, Tata langsung mencipta lirik pertama dengan nyanyian rapnya.

"Begitu gue kasih, Kamga langsung dapat ide nyanyian, ternyata lagu ini harus dibuat rapnya dulu ya baru dibikin liriknya. Akhirnya nafsu untuk bikin lagunya jadi aja," ujarnya.

Judul "FAQ" yang merupakan singkatan kalimat frequently asked questions pun tercetus seketika itu.

"Akhirya Kamga bilang judulnya 'FAQ' aja, frequently asked questions. Ini kan soal pertanyaan yang sering kami dapatkan," ucap Tata.

Dengan lagu "FAQ" ini, Dekat berharap tak lagi mendapatkan pertanyaan-pertanyaan yang usang.

"Dua lagu sudah kami kasih. Memang lagu pertama (Lahir Kembali) gagal karena banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang sama. Tapi lagu yang kedua ini kami belum tahu, karena lagu ini masih baru banget. Tapi... setelah satu tahun dirilis semoga pertanyaan-pertanyaan yang sama ini bisa selesai," ujar Chevrina.

Rekaman dengan alat minimalis

Untuk album yang kedua ini, Dekat kembali bekerja sama dengan Marcellino Nugraha sebagai music director. Marcell adalah orang yang sama di balik layar produksi album Lahir Kembali (2014).

Bersama Marcell, proses produksi album Meranggas disebut Kamga tak memerlukan alat-alat canggih yang lazim digunakan di studio rekaman.

"Si Marcell itu idolain Skrillex (DJ asal AS yang meraih Grammy Awards 2016 bersama Jack U dan Justin Bieber). Yang dia pelajari dari Skrillex itu adalah, dia selalu kerja dengan alat-alat minimalis, Marcell itu gitu banget orangnya. Jadi dia buka lagu ini, terus kami rekaman pakai iPhone," ujar Kamga.

Kok hasil rekamannya bersih dan tanpa noise?

"Namanya juga Marcell...," seru Chevrina.

Kamga mengklaim bahwa Dekat hanya menggunakan microphone saat merekam vokal Chevrina untuk lagu "Penjahat".

"Itu pun pakai mic manggung. Kalau anak musik dengar pasti marah-marah," kata Kamga lalu tertawa.

Menurut Kamga, Dekat memilih bekerja sama dengan Marcell karena kejeniusannya dalam meramu musik.

"Karena dia selalu kerja di rumah kami, jadi kami selalu merhatiin dia lagi kerja seperti apa dengan laptopnya, tapi kami enggak tahu dia lagi ngapain, dia cuma pake headphones, terus tidur, tapi jadinya kok keren gini ya. Ya emang 'ngaco' aja orangnya," ujar Kamga.

Dari situ, Kamga percaya bahwa berkarya tidak melulu harus bergantung pada peralatan mutakhir.

"Awalnya, gue anaknya yang percaya banget sama alat, tapi pas ketemu Marcell ternyata itu balik lagi ke SDM sih," kata Kamga.

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Personel grup musik Dekat, Mohammed Kamga berpose di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Kamis (10/3/2016).

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Personel grup musik Dekat, Chevrina Anayang berpose di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Kamis (10/3/2016).

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Personel grup musik Dekat, Tahir Hadiwijoyo atau Tata berpose di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Kamis (10/3/2016).


EditorIrfan Maullana

Close Ads X