Soal Banding, Jaksa dan Kuasa Hukum Saipul Jamil Kompak

Kompas.com - 14/06/2016, 23:25 WIB
Saipul Jamil dalam ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (14/6/2016). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGSaipul Jamil dalam ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (14/6/2016).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim kuasa hukum terpidana kasus pencabulan anak, penyanyi dangdut Saipul Jamil (35), belum menentukan sikap terhadap vonis hakim atas kliennya.

Untuk diketahui, Saipul dihukum tiga tahun penjara karena terbukti melanggar pasal 292 KUHP tentang perbuatan pencabulan terhadap sesama jenis.

"Kami selaku tim kuasa hukum melakukan pikir-pikir dulu. Putusan ini belum punya kekuatan hukum tetap. Masih ada upaya hukum lagi, banding dan kasasi," ucap kuasa hukum Saipul, Nazarudin Lubis, usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (14/6/2016).

Rekannya, pengacara Kasman Sangaji, menambahkan bahwa pihaknya perlu berdiskusi dengan Saipul berkait vonis tiga tahun penjara itu.

"Apakah diterima atau bagaimana nantinya. Yang paling utama adalah kami telah keluar dari jerembap anak di bawah umur sebagai mana dakwaan pertama, pasal 82 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014. Itu dulu yang paling utama," ujar Kasman.

Selanjutnya, tim kuasa hukum Saipul juga akan menilai dan menimbang lebih lanjut kemungkinan terjadi kekeliruan hukum atas putusan tersebut.

"Atau mana yang terbukti berdasarkan fakta persidangan. Dalam waktu tujuh hari sesuai ketentuan hukum acara, diberi kesempatan untuk ambil langkah hukum," kata Kasman.

Hal senada juga diungkapkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dado Ahmad Ekroni yang menyatakan meminta waktu berpikir terlebih dulu.

"Secara teknis kami sudah membuktikan tindak pidananya. Makanya, kami punya waktu pikir-pikir sebelum menentukan sikap. Kami akan mempelajari dan mempertimbangkan apa saja yang dijadikan dasar majelis hakim, kami cocokkan dengan tuntutan kami," tutur Dado.

Mengenai keputusan majelis hakim menggunakan pasal 292 KUHP bukan pasal 82 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Dado menilai tak masalah.

"Pasal 292 itu juga untuk di bawah umur. Yang jelas, lebih spesifik lagi ke sesama jenis. Karena Undang-undang Perlindungan Anak tidak khusus mengatur soal sesama jenis, makanya itu kami pakai pasal lapis atau alternatif. Kamu sudah mengantispasi semu," kata Dado.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X