Daniel Mananta Kewalahan Hadapi Pembajakan Daring

Kompas.com - 25/07/2016, 17:33 WIB
Daniel Mananta ambil bagian dalam acara peluncuran The Big Start Indonesia di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Senin (25/7/2016). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGDaniel Mananta ambil bagian dalam acara peluncuran The Big Start Indonesia di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Senin (25/7/2016).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pembawa acara Daniel Mananta kewalahan menghadapi penjual bajakan produk bajunya, Damn I Love Indonesia, di dunia maya.

"Beberapa toko online lain, banyak Damn I Love Indonesia yang dijual bajakannya. Itu susah dikontrol karena pas kami laporin, ilang sehari, besok muncul lagi. Report lagi, akunnya tutup, besok ada lagi," ujarnya dalam peluncuran The Big Start Indonesia di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Senin (25/7/2016).

"Apalagi Damn I Love Indonesia mudah banget brand-nya, tinggal print dan dijual 10 persen dari harga asli kami. Murah banget," tambah Daniel.

Menurut ayah satu anak ini, bebasnya para pembajak yang menjual barang-barang jiplakan itu disebabkan karena longgarnya kurasi penjual oleh toko daring.

"Nah, itu permasalahan dengan beberapa online shop yang tidak kurasi. Itu malah meningkatkan pembajakan. Khususnya dalam bidang fashion. Enggak ada kuratornya," kata Daniel.

Mantan VJ MTV ini mengatakan, aksi para penjiplak produk itu sangat merugikan pengusaha industri kreatif. Khususnya anak-anak muda yang baru merintis bisnis mereka.

"Damn I Love Indonesia sudah gue pikirin banget dari 2008, akhirnya launch. Secara image gue udah investasi banyak banget. Beratus-ratus juga kami keluarin buat biaya marketing dan lainnya, tapi jebreeet dibajak!" ujar Daniel.

"Segampang itu dibajak. Sayang banget. Yang alami ini bukan cuma gue, banyak pelaku kreatif lain yang karyanya dibajak. Kayak otaknya dari gue tapi yang nerima hasilnya si pembajak. Nah, itu tantangan terbesar kami, pembajakan," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.