10 Film Indonesia Dipromosikan di Cannes

Kompas.com - 18/05/2017, 15:15 WIB
Patung Palme DOr dipajang pada perhelatan Festival Film Cannes di Kota Cannes, Perancis. Foto diambil pada 9 Mei 2016. LOIC VENANCE / AFPPatung Palme DOr dipajang pada perhelatan Festival Film Cannes di Kota Cannes, Perancis. Foto diambil pada 9 Mei 2016.
EditorKistyarini

KOMPAS.com - Pavilion Indonesia di International Village Pantiero mempromosikan 10 film Indonesia di ajang Festival Film Cannes yang berlangsung 17 hingga 28 Mei 2017.

Menurut Deputi Bidang Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif Joshua Puji Mulia Simanjuntak, Kamis, Pavilion Indonesia antara lain memromosikan film Critical Eleven (Monti Tiwa dan Robert Ronny), Mother (Riri Riza), Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak" (Mouly Surya), dan Pantja-Sila: Cita-Cita & Realita (Tino Saroengallo dan Tyo Pakusadewo).

Selain itu ada Rudy Habibie (Hanung Bramantyo), The Seen and Unseen (Kamila Andini) serta Istirahatlah Kata-kata (Yosep Anggi Noen).

Ada juga film Danur: Saya Bisa Melihat Hantu (Awi Suryadi dan Solo), Koala Kumal (Raditya Dika) dan Cek Toko Sebelah (Ernest Prakasa).

Film Marlina si Pembunuh dalam Empat  Babak" juga dipilih untuk mengikuti kompetisi di ajang Director Fortnight tahun ini.

[Baca juga: Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak Lolos Tayang di Cannes 2017]

Joshua menambahkan, pemilihan film drama, komedi, horor, dan sejarah itu dilakukan berdasarkan rekomendasi dari Persatuan Penyelenggara Film Indonesia, Persatuan Industri Film Indonesia, Asosiasi Produser Film Indonesia, Asosiasi Produsen Film Gerak Indonesia, dan Asosiasi Perusahaan Film Indonesia .

Paviliun Indonesia International Village Pantiero No. 224 juga menggelar diskusi panel bersama dengan Screen International mengenai Lokasi Pemotretan dan Produksi di Indonesia.

[Baca juga: Marsha Timothy Tak Sangka Filmnya Akan Diputar dalam Cannes 2017]

Pembicaranya antara lain George Zakk, produser film "XXX" yang melakukan pengambilan gambar di Indonesia untuk film "After the Dark" (2013).

Selain itu ada diskusi bersama Variety membahas pembiayaan dan distribusi film. Diskusi itu menampilkan Isabelle Glachant dari Asian Shadows (Hongkong), Dellawati Wijaya, Kepala Konten Hooq Indonesia, serta Meiske Taurisia, produser film Indonesia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X