Bimbim "Slank": Mahasiswa Masih Lakukan Perundungan, Sedih Ya

Kompas.com - 20/07/2017, 22:14 WIB
Drummer Slank, Bimbim, bersama istrinya, Reni Setiawan dan putranya Maomettano Luke Almuchzumi diabadikan di Markas Slank, Jalan Potlot III, Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Selasa (7/2/2017). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNGDrummer Slank, Bimbim, bersama istrinya, Reni Setiawan dan putranya Maomettano Luke Almuchzumi diabadikan di Markas Slank, Jalan Potlot III, Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Selasa (7/2/2017).
|
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com - Penabuh drum Bimbim "Slank" (50) merasa prihatin dan miris akan perundungan yang terjadi di kalangan pelajar hingga mahasiswa di negeri ini.

"Ini mahasiswa masih melakukan. Sedih ya. Berarti pendidikan kita masih ada yang salah. Tapi, semua nyontoh dari lingkungan sih," ujar Bimbim di Plaza Senayan XXI, Jakarta, pada Kamis (20/7/2017).

Menurut Bimbim, perundungan itu jahat, apalagi terhadap orang berkebutuhan khusus, sebagaimana terjadi baru-baru ini.

"Semua nyontoh sih. Anak-anak kecil teriak-teriak bunuh bunuh. Ada dari anak SD malah sudah mulai tawuran. Kalau di sekolah anak gue sih digabung, antara yang berkebutuhan khusus dengan yang normal. Mereka dari SD sudah mengenal," kata dia.

"Kalau anak gue, sama kebun binatang aja enggak mau. Dia nangis, 'Jahat, kok binatang dikurung.' Karena, gue ngajarin anak-anak gue begitu (untuk peduli). Ada beberapa saudara spesial (berkebutuhan khusus), hal itu sudah biasa," ujar dia.

Baca juga: Tatyana Akman Berharap Perundungan Dapat Diputus Matarantainya

Bimbim menilai, perundungan terjadi tidak lepas dari masyarakat yang kelewat bebas berpendapat, khususnya di media sosial.

Itu, kata dia, bisa diakses dan dikonsumsi dengan mudah oleh anak-anak yang tidak mengetahui baik buruk konten tersebut.

"Semenjak reformasi, kita kan dapat kebebasan berbicara dan bersikap. Cuma, kebebasan menjadi sembarangan, semau-maunya. Jadi, orang bebas mau bunuh orang, mukul orang. Mereka pikir itu demokrasi. Semua itu nyontoh sih," ucapnya.

Telah terjadi dua kasus perundungan belum lama ini.

Yang pertama adalah perundungan yang diduga dilakukan oleh sejumlah mahasiswa terhadap seorang rekan mereka yang berkebutuhan khusus.

Yang kedua dilakukan oleh sejumlah pelajar SD dan SMP terhadap pelajar lainnya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X