Rekaman di Australia, GHO$$ dari Indonesia Dapat Banyak Kejutan

Kompas.com - 30/07/2017, 09:53 WIB
Band GHO$$ yang terdiri dari Fadi Perdana (gitar), Diegoshefa Dilanegara (vokal), Diego Aditya (gitar), dan Dito Adhikari (bas). DOK.SUPERMUSIC.IDBand GHO$$ yang terdiri dari Fadi Perdana (gitar), Diegoshefa Dilanegara (vokal), Diego Aditya (gitar), dan Dito Adhikari (bas).
|
EditorIrfan Maullana

SYDNEY, KOMPAS.com - Grup band dark pop dari Indonesia, GHO$$, merasa beruntung ketika merekam dua lagu jagoan mereka, "CARE.LE$$" dan "Change", di Australia selama tujuh hari.

Seperti saat merekam lagu "CARE.LE$$" di Studios 301, Pirrama Road, Pyrmont, Sydney, Australia, pada Senin (24/7/2017) misalnya, GHO$$ tak pernah menduga akan ditangani oleh master engineering Lachlan Mitchell (pernah bekerja sama dengan produser The Beatles George Martin) dan assistant master engineering Owen Butcher yang jempolan (pernah membantu proses rekaman Coldplay, Will.I.Am, Stevie Nicks, Dizzy Reed dan Richard Fortus "Guns N Roses", John Corabi "Motley Crue", hingga Vic Mensa).

Musisi yang juga gitaris band Musikimia Stephan Satoso bersama master engineering Studios 301 Lachlan Mitchell sedang mengawasi proses rekaman band GHO$$ di Hercules Studios, Hercules Street, Sydney, Australia, Selasa (25/7/2017).KOMPAS.com/IRFAN MAULLANA Musisi yang juga gitaris band Musikimia Stephan Satoso bersama master engineering Studios 301 Lachlan Mitchell sedang mengawasi proses rekaman band GHO$$ di Hercules Studios, Hercules Street, Sydney, Australia, Selasa (25/7/2017).

"Banyak sekali kejutan, dari awal kami enggak tahu bakal dipegang Lachlan sama Owen," kata perwakilan agensi Megapro Communications Robin Rahardian yang mengurus manajemen GHO$$.

"Owen memang asistennya Lachlan, tapi pengalaman dia gokil," timpal pemain bas GHO$$ Dito Adhikari mewakili Diegoshefa Dilanegara (vokal), Diego "Gosu" Aditya (gitar), Fadhi Perdana (gitar), dan Otin Sinambela (pemain drum tambahan).

Tak hanya itu, sebagai pemain drum Otin tak menyangka akan mendapat kesempatan untuk merekam permainan keyboard-nya dengan menggunakan Hammond seri XK5 yang tersedia di 301, studio legendaris yang pernah menangani proses mastering album milik Chrisye, Jurang Pemisah pada 1977.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

[Baca: Band GHO$$ dari Indonesia Rekam Dua Lagu Bertema Depresi di Australia]

"Sekalian take mumpung ada Hammond. Kebetulan di sini Otin yang paling jago main keyboard, jadi Otin yang take," kata Gosu.

"Sebelumnya pas di Jakarta, kami pakai program untuk bunyi keyboard," tambah Fadhi.

Pemain drum tambahan band GHO$$, Otin Sinambela, bersiap merekam permainan drumnya untuk lagu Change di Hercules Studios milik pencipta lagu-lagu AC/DC Harry Vanda di Hercules Street, Sydney Australia, Selasa (25/7/2017).KOMPAS.com/IRFAN MAULLANA Pemain drum tambahan band GHO$$, Otin Sinambela, bersiap merekam permainan drumnya untuk lagu Change di Hercules Studios milik pencipta lagu-lagu AC/DC Harry Vanda di Hercules Street, Sydney Australia, Selasa (25/7/2017).

"Enggak nyangka juga sih diminta take pakai Hammond. Baru pertama kali juga saya recording pakai Hammond asli. Biasanya cuma pakai keyboard controller. Sound-nya luar biasa ha-ha-ha," timpal Otin.

[Baca: Masuk 301 Studios di Sydney, GHO$$ Tak Percaya Diri]

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.