Giring Nidji Jawab Pesimisme Musisi Indonesia Soal RUU Permusikan

Kompas.com - 31/07/2017, 06:42 WIB
Nidji tampil dalam HUT BNI di kantor pusat BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (30/7/2017). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGNidji tampil dalam HUT BNI di kantor pusat BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (30/7/2017).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak semua musisi dan pelaku industri musik Tanah Air merasa optimistis terhadap Rencana Undang-undang (RUU) Permusikan yang sedang diperjuangkan di DPR RI.

Salah seorang pemusik yang mendukung RUU tersebut, Giring "Nidji" mengakui itu.

"Pada ujungnya ketika kami membuat ini dan juga teman-teman dari KMI (Kami Musik Indonesia), ada suara-suara miring dan apa pun baik itu dari musisi atau siapa pun. Banyak sih yang pesimistis," ucapnya usai tampil di kantor pusat BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (30/7/2017).

Ia memaklumi bila ada kekhawatiran soal adanya pihak-pihak yang ingin menunggangi perjuangan mereka.

Namun Giring, mewakili rekan-rekannya, berpendapat bahwa UU Permusikan sangat penting dan dibutuhkan, terutama buat generasi akan datang.

"Daripada enggak dijalani sama sekali ya kami jalan aja. Ke depannya mungkin yang akan mendapat keuntungan paling besar sebenarnya bukan kami, tapi musisi-musisi generasi di bawah kami," katanya.

Bila ada yang berpikiran bahwa hak cipta sudah memiliki undang-undang sendiri dan tak perlu diatur lagi dalam UU Permusikan, Giring menegaskan bahwa bukan soal itu saja yang perlu diatur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

[Baca juga: Lampu Hijau dari DPR RI untuk RUU Permusikan]

Ada show management, artist management, pajak musisi, pajak manggung, pendidikan musik di sekolah, hubungan artis dan event organizer atau artis dengan labelnya.

"Gimana dengan lagu-lagu yang dimainin dalam televisi dan radio, itu kan belum pernah dibicarakan. Setiap lagu kami dimainkan di radio artisnya dapat apa enggak (royalti)? Kalau masa promosi, mungkin iya enggak dapat. Tapi apakah abis itu kamj dapat royalti? Karena di luar negeri, ketika lagu yang dimainkan di sebuah radio, pasti radio akan bayarlah meskipun berapa," tambahnya.

[Baca juga: DPR RI Janji Perjuangkan RUU Permusikan Masuk Prolegnas 2017]

Inilah yang akan mereka diskusikan lebih lanjut, apa saja yang penting dan perlu diatur dalam UU Permusikan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.