Kata Tora Sudiro soal Foto Diduga Acungkan Jari Tengah ke Polisi

Kompas.com - 14/08/2017, 15:30 WIB
Tora Sudiro didampingi kuasa hukumnya, Lydia Wongso, saat keluar dari RSKO Cibubur, Jakarta Timur, Senin (14/8/2017). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGTora Sudiro didampingi kuasa hukumnya, Lydia Wongso, saat keluar dari RSKO Cibubur, Jakarta Timur, Senin (14/8/2017).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa hari terakhir, warganet dihebohkan oleh foto artis peran Tora Sudiro yang diduga mengacungkan jari tengah di samping Kasat Narkoba Polres Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung.

Ketika itu, polisi menggelar konferensi pers kasus psikotropika yang menjeratnya di Polres Jakarta Selatan.

Ketika ditanya soal itu, Tora membantah sengaja melakukan hal tersebut.

"Enggak mungkin saya melakukan hal itu. Se-rebel-rebel-nya saya, saya enggak akan lakukan hal itu sih," ucap Tora di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur, Senin (14/8/2017).

Dalam keadaan yang sangat tertekan pun, lanjut Tora, ia tak akan mungkin berperilaku negatif seperti itu. Apalagi kepada pihak yang berwajib.

[Baca juga: Kondisi Kesehatan Tora Sudiro Jadi Pertimbangan Penangguhan Penahanan ]

Lagipula, Tora menegaskan saat penangkapan hingga menjalani proses hukum, ia sama sekali tak merasakan tekanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dalam keadaan saya lagi down banget dan tertekan terus tiba-tiba saya ngeluarin tangan begitu, enggak mungkin saya lakukan itu. Dari awal saya diambil di rumah, polisi melakukannya dengan baik-baik, sopan. Saya enggak berasa tertekan sih," kata Tora.

[Baca juga: Tora Sudiro Tak Tahu Dumolid Masuk Kategori Obat Terlarang ]

"Pada saat Ibu Vivick ngomong juga yang diomongin benar dan enggak menekan saya, jadi enggak mungkin saya lakukan itu," tambahnya.

Tora menjelaskan kemungkinan gerakan-gerakan jemarinya itu adalah reflek akibat sindrom Tourette yang ia idap.

[Baca juga: Bebas Sementara, Tora Sudiro Beri Tanda Hati ]

Sindrom Tourette adalah gangguan neuropsikiatri di mana penderitanya melakukan gerakan berulang tanpa disengaja.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.