Nantikan Wage pada Hari Sumpah Pemuda 2017

Kompas.com - 25/10/2017, 19:06 WIB
Rendra Bagus Pamungkas berperan sebagai WR Supratman dalam film Wage, Jumat (21/7/2017). KOMPAS.com/NAZAR NURDINRendra Bagus Pamungkas berperan sebagai WR Supratman dalam film Wage, Jumat (21/7/2017).
|
EditorAti Kamil

SEMARANG, KOMPAS.com -- Biopic (biographical picture) tentang pencipta lagu kebangsaan "Indonesia Raya", Wage Rudolf (WR) Supratman, yang berjudul Wage, akan segera diputar di gedung-gedung bioskop.

Film tersebut direncanakan akan diluncurkan tepat pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017.

"Tanggal 28 (Oktober) ini peluncuran perdana di Hari Sumpah Pemuda, peluncuran di Djakarta Theater," ujar Andi Shavik, produser film Wage, ketika dihubungi pada Rabu (25/10/2018).

Baca juga: Sosok WR Supratman Diangkat ke Layar Lebar

Film Wage berkisah tentang perjalanan hidup WR Supratman pada usia 10-35 tahun dan kepahlawanannya.

Film itu merupakan bentuk upaya mengenalkan sosok pahlawan nasional itu ke masyarakat zaman sekarang.

Selama ini WR Supratman dikenal sebagai pemusik dan pencipta lagu saja.

Andi mengatakan pula bahwa film Wage nantinya akan ditayangkan serentak di layar lebar di Indonesia mulai 9 November 2017.

"Di Semarang juga tayang 9 November," ucapnya.

Baca juga: Film tentang WR Supratman Dijadwalkan Tayang di Hari Sumpah Pemuda

Film Wage dibintangi oleh Rendra Bagus Pamungkas sebagai Wage, Teuku Rifnu Wikana sebagai Fritz, Putri Ayudya, hingga Prisia Nasution. Sutradaranya John de Rantau.

Prisia Nasution, salah satu pemeran dalam film Wage, bercerita tentang perannya sebagai Salamah, perempuan yang menginspirasi WR Supratman.

Untuk bekalnya berakting, Prisia mencari referensi dan berdiskusi dengan sutradara terkait perannya itu.

"Kalau menurut sejarah, Wage ini belum diketahui menikah atau tidak. Jadi, sosok perempuan ini menjadi inspirasi dia mencetuskan lagu 'Indonesia Raya'," ujar Prisia kepada Kompas.com.

Baca juga: Bintangi Film Wage, Putri Ayudya Kagumi Sosok WR Supratman

Shooting film Wage dilangsungkan sejak Juli 2017 di, antara lain, Kota Tua Semarang, Magelang, Klaten, Yogyakarta, Solo, Kalidadap, dan Purworejo.

WR Soepratman lahir di Purworejo pada 9 Maret 1903 dan meninggal dunia di Surabaya pada  17 Agustus 1938.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X