Ini Para Finalis Lomba Paduan Suara Anak Dendang Kencana 2017

Kompas.com - 27/10/2017, 20:07 WIB
Ekspresi anak-anak SD Islam Dian Didaktika saat sekolahnya dinyatakan lolos di babak final Lomba Paduan Suara Dendang Kencana 2017 di Bentara Budaya Jakarta, Pal Merah Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (27/10/2017). KOMPAS.com/Dian Reinis KumampungEkspresi anak-anak SD Islam Dian Didaktika saat sekolahnya dinyatakan lolos di babak final Lomba Paduan Suara Dendang Kencana 2017 di Bentara Budaya Jakarta, Pal Merah Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (27/10/2017).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Babak penyisihan lomba Paduan Suara Anak TK-SD Dendang Kencana 2017 yang digelar d Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Jalan Palmerah Selatan, selama dua hari telah selesai.

Dewan juri yang terdiri dari Aning Katamsi, Caecilia Hardiarini, dan Y Totok Pujianto  mengumumkan 12 finalis dari kategori TK dan 14 finalis dari kategori SD yang akan berlomba lagi dalam babak final pada Sabtu (28/10/2017).

"Dewan juri memutuskan dan menetapkan 12 finalis tingkat taman kanak-kanak. Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tak dapat diganggu gugat Jakarta 27 Oktober 2017," ujar Caecilia di ruang penjurian, jumat (27/10/2017) malam.

Suasana tegang para peserta saat mendengar pengumuman sekolah mana yang akan maju ke babak final Lomba Paduan Suara Dendang Kencana 2017 di Bentara Budaya Jakarta, Pal Merah Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (27/10/2017).KOMPAS.com/Dian Reinis Kumampung Suasana tegang para peserta saat mendengar pengumuman sekolah mana yang akan maju ke babak final Lomba Paduan Suara Dendang Kencana 2017 di Bentara Budaya Jakarta, Pal Merah Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (27/10/2017).
Para peserta yang berhasil lolos dari 33 kelompok paduan suara, yakni TK Santa Theresia, TK Santa Ursula BSD, TK Santa Cicilia, Lollypop Preschool (Sunter), TKK 6 Penabur, TK Citra Berkat, dan TK Islam Al Izhar Pondok Labu.

Kemudian, TK Sang Timur Tomang, TKK 11 Penabur, TKK 10 Penabur Jakarta, TK Marsuridini, serta TK Strada Indriyasana.

Setelah itu, Aning Katamsi mengumumkan 14 finalis dari kategori sekolah dasar. Khusus untuk kategori ini, dewan juri sengaja memberi pengecualian dengan menambah dua finalis dari, dari yang awalnya hanya 12 finalis menjadi 14 finalis.

Ekspresi anak-anak SD Islam Dian Didaktika saat sekolahnya dinyatakan lolos di babak final Lomba Paduan Suara Dendang Kencana 2017 di Bentara Budaya Jakarta, Pal Merah Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (27/10/2017).KOMPAS.com/Dian Reinis Kumampung Ekspresi anak-anak SD Islam Dian Didaktika saat sekolahnya dinyatakan lolos di babak final Lomba Paduan Suara Dendang Kencana 2017 di Bentara Budaya Jakarta, Pal Merah Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (27/10/2017).

"Karena SD kan pesertanya 60. Sedangkan kami merasa ada yang masih bisa masuk lagi karena ada beberapa nilai yang berdekatan. Jadi kalau cuma berdekatan beberapa poin saja, kayaknya sayang kalau tidak diikutkan ke final," ujar Aning.

"Jadi bukan karena sulit memutuskan, cuma karena rasionya aja. Kalau TK mudah karena dari 33 peserta dipilih 12. Kalau SD, 60 loh dan kalau hanya 12 aja kan jadinya satu banding lima. Kami merasa lebih adil begitu," sambungnya.

Adapun finalis-finalis kategori SD adalah SD Candle Tree, SDK Abdi Siswa, SDK IPK Sunter, SDK Sang Timur, SD Strada Bakti Utama, SD Santa Laurencia, SD IPK Tomang 1, SD Santa Ursula BSD.

Lalu finalis selanjutnya, yakni SD Katolik Ricci 2, SD Abdi Siswa Bintaro, SDK 4 Penabur, SDN Polisi 4 Bogor Tim 1, SD Al Izhar, dan SD Islam Dian Didaktika.

Pengumuman para finalis Lomba Paduan Suara Anak TK-SD Dendang Kencana 2017 di Bentara Budaya Jakarta, Jumat (27/10/2017).KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG Pengumuman para finalis Lomba Paduan Suara Anak TK-SD Dendang Kencana 2017 di Bentara Budaya Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Kriteria penilaian untuk TK, lanjut Aning ada tiga, yaitu suara dalam intonasi dan artikulasi not, lalu kesesuaian partitur dengan pembawaan lagu, dan penampilan artistik secara keseluruhan misalnya bernyanyi dengan penjiawaan atau tidak serta iringan pianonya.

[Baca juga : Suka Duka Para Peserta Lomba Paduan Suara Anak Dendang Kencana 2017 ]

"Sementara SD ditambah satu kriteria lagi yaitu teknik. Sudah ada teknik pengkalimatan, harmonisasi karena ada suara satu dan suara dua, kemudian balance-nya gimana," kata Aning.

[Baca juga : Sehari Menuju Final Lomba Paduan Suara Anak Dendang Kencana 2017 ]



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X