Endank Soekamti Berkeliling Papua untuk Salam Indonesia

Kompas.com - 10/11/2017, 09:21 WIB
Endank Soekamti saat diwawancarai pada peluncuran album Salam Indonesia di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (9/11/2017). KOMPAS.COM/IRA GITAEndank Soekamti saat diwawancarai pada peluncuran album Salam Indonesia di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (9/11/2017).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Grup musik asal Yogyakarta, Endank Soekamti meluncurkan album terbaru, Salam Indonesia."  Proses penggarapan album itu dilakukan di Papua selama satu bulan.

Hal itu ia katakan saat peluncuran album "Salam Indonesia" di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (9/11/2017).

"Hari ini kami me-launching album Endank Soekamti ke-8, "Salam Indonesia". Album ini dibuat 30 hari perjalanan kami mengelilingi Papua," kata Erix Soekamri, sang vokalis.

Erix menjelaskan, perjalanan mereka diawali dengan menyusuri Raja Ampat kemudian ke Manokwari.

"Hari pertama selama dua Minggu kami jelajah Raja Ampat. Raja Ampat itu kan luas, kami habiskan dua Minggu untuk keliling Raja Ampat sambil keluarin proses recording," tutur Erix.

"Dan ternyata kami lebih produktif karena di sana tidak ada sinyal. Nah setelah dua Minggu proses rekaman kelar kami pindah ke Manokwari," lanjutnya.

Sebagian besar proses perekaman dilakukan Erix, Dory, dan Toni di atas perairan Papua. Erix menuturkan, kendala yang dialami mereka hanyalah gangguan dari suara angin.

[Baca juga : Mengintip Studio Rekaman Endank Soekamti di Atas Kapal]

"Kendalanya cuma angin. Kalau noise sih enggak. Di alam terbuka itu tidak ada gangguan suara dari luar jadi aman noise-nya. Begitu juga suara yang dihasilkan kami juga tidak menggangu tetangga," imbuhnya.

Terciptalah 16 lagu yang lahir dari pengalaman Erix cs menjelajah provinsi di belahan paling timur Indonesia itu.

[Baca juga : Menikmati Lagu-lagu Endank Soekamti dengan Rasa Jazz]

Enam belas lagu itu adalah "Salam Indonesia", "Mendaki", "Hilang", "Waktu", "Mendaki", "Intro", "We Are Fine", "Podo-Podo", "Rock Revolition", "Mimpi", "Wanita", "Miaw", "Memancing", " Berpetualang", "Tawuran Pelajar", " I'm In Love With You"," "Semangat" dan "Tak Terlupakan".

[Baca juga : Endank Soekamti Bikin Vlog Fest 2016 The Movie untuk Rayakan Kemerdekaan]



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X