"Wiro Sableng 212" Jadi Film Terberat yang Angga Dwimas Sasongko Garap

Kompas.com - 23/11/2017, 19:35 WIB
Angga Dwimas Sasongko berpose di Kedai Kopi Filosofi Kopi, Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (23/11/2017). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANAngga Dwimas Sasongko berpose di Kedai Kopi Filosofi Kopi, Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (23/11/2017).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Angga Dwimas Sasongko menilai film laga Wiro Sableng 212 menjadi salah satu produksi terberat yang pernah ia kerjakan selama menjadi sutradara.

"Berat," kata Angga singkat dalam wawancara di Kedai Filosofi Kopi, Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (23/11/2017).

Proses shooting yang panjang menjadi salah satu sebab Angga menilai film laga perdana yang dikerjakannya ini terasa lebih berat dibanding layar lebar lain yang sudah ia rilis.

"Dan saya enggak pernah shooting di atas satu bulan. Satu setengah bulan lah yang film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku. Empat bulan enggak pernah," kata Angga.

Karena itu pula Angga memutuskan untuk beranjak dari kursi sutradara selama setahun guna beristirahat total.

Baca juga : Dwi Sasono Sudah Bergabung di Lokasi Shooting "Wiro Sableng 212"

"Capek lah. Shooting film Wiro empat bulan. Mau konsen menyelesaikan Wiro Sableng sama istirahat setahun, tahun depan selesai dari Wiro Sableng," kata Angga.

"Kebetulan saya mau konsentrasi sebagai produser. Maksudnya kan saya sama istri lagi mau buat Keluarga Cemara, terus selama setahun break disutradara saya mau lebih banyak produce film buat director debutan atau baru," kata dia.

Wajar apabila Angga butuh rehat sejenak dari kegiatannya sebagai sutradara film. Pasalnya, selama tiga bulan belakangan ini Angga merasa kehilangan momentum tumbuh kembang anaknya.

"Sepanjang saya shooting, saya kehilangan waktu sama dia. Saya pengin bayar waktu saya sama dia tahun depan," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X