Asyiknya "Request" Lagu di Tengah Derai Hujan Bersama Payung Teduh

Kompas.com - 25/11/2017, 11:04 WIB
Band Payung Teduh tampil di perhelatan Kulon Progo Festival 2017 di Bendung Khayangan, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Jumat (24/11/2017). KOMPAS.COM/KISTYARINIBand Payung Teduh tampil di perhelatan Kulon Progo Festival 2017 di Bendung Khayangan, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Jumat (24/11/2017).
|
EditorKistyarini

KULON PROGO, KOMPAS.com -- Ada yang tak biasa dari penampilan grup band Payung Teduh pada hari pertama Kulon Progo (Kulfest) 2017 di panggung Kisik Narmada, Bendung Khayangan, Yogyakarta, Jumat (24/11/2017) malam.

Para penonton bisa dengan bebas meminta atau request lagu apa saja untuk dimainkan oleh Mohammad Istiqamah Djamad alias Is dan kawan-kawan.

"Jangan salahkan hujan karena kita tidak dapat menahannya. Kami enggak ada set list malam ini, mau lagu apa?" kata Is usai menyanyikan lagu "Di Ujung Malam" sebagai pembuka.

Seruan judul-judul lagu terdengar bersahutan dari kerumunan penonton. Payung Teduh kemudian membawakan "Rahasia" dan "Menuju Senja" sesuai permintaan penonton.

Irama musik yang mendayu disertai lirik puitis khas Payung Teduh membuat seratusan orang yang berkumpul di depan panggung seakan tak peduli dengan derai hujan yang membasahi area Kulfest 2017.

"Enak ya hujan-hujan, hehehe. Seru sekali, udah lama enggak main lumpur kan? Semua lagu Payung Teduh tumbuh dan lahir dari situasi seperti ini. Saya lahir dan tumbuh di Kabupaten Soppeng, lima jam dari Makassar. Jadi memang bikinnya (lagu) bersama sapi dan kuda. Kalau lagi jagain bebek bertelur di sawah, berendam di irigasi sawah isinya ikan," kata Is.

"Intimasi itu yang masuk dalam atmosfer lagu Payung Teduh. Jujur kami samgat senang berada di sini. Kerapatan udara ini bikin semua bunyi terdengar lebih indah. Lanjut, selama enggak ada yang nyebutin judul saya enggak lanjutin," sambungnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia lalu mempersembahkan lagu "Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan", berlanjut ke "Angin Pujaan Hati". Seperti biasa, Payung Teduh selalu berhasil meneduhkan para penikmat musik.

Setelah menerima permintaan lagu lagi, Is, Abdul Aziz Turhan alias Comi (kontrabas), Alejandro Saksakame alias Cito (drum), dan Ivan Penwyn (guitalele) memainkan "Biarkan", "Berdua Saja", "Kita adalah Sisa Sisa Keikhlasan yang Tak Diikhlaskan".

"Terima kasih untuk kebersamaan malam ini. Lagu terakhir 'Akad', assalamualaikum," kata Is lalu memetik gitarnya yang disambut riuh sorakan girang penonton.

Kulfest 2017 nantinya juga menghadirkan beberapa musisi favorit Indonesia, ada Sheila On 7, Endank Soekamti, hingga Gugun Blues Shelter.

[Baca juga : Trie Utami dan Dewa Budjana Luncurkan Duo TrieDewa di Kulfest 2017]

Selain mereka, akan ada pertunjukan budaya di Kulfest. Mereka adalah Didik Nini Thowok, Komunitas Bissu Sulawesi, Ega Robot dari Bandung, Sarumban Dance Theatre dari Cirebon, Sanggar GER dari Palembang, dan lainnya.

Lalu ada seniman dari lima negara yang juga akan terlibat, yakni Pooja Bhatnagar dan Sindhu Raj dari India, Navee Sasongkroh dan Thummanit Nikomrat dari Thailand, Liz Elizabeth Louisse dari Australia, Ai Hasuda dari Jepang, Cao Zhiwei dan Sun Yijun dari China.

[Baca juga : Ardhanareshvara, Sajian Pembuka dari Didik Nini Thowok di Kulfest 2017]

Kulon Progo Festival berlangsung tiga hari, yakni dari 24 hingga 26 November 2017.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.