Kotak Cari Cara agar Diterima Anak Zaman "Now"

Kompas.com - 02/01/2018, 19:37 WIB
Tantri (tengah), Chua, dan Cella (kiri),  para personel band KotaK, memberi keterangan kepada para wartawan mengenai album baru mereka, Long Live KotaK, dalam acara peluncuran album itu di sebuah restoran cepat saji di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (1/12/2016). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNGTantri (tengah), Chua, dan Cella (kiri), para personel band KotaK, memberi keterangan kepada para wartawan mengenai album baru mereka, Long Live KotaK, dalam acara peluncuran album itu di sebuah restoran cepat saji di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (1/12/2016).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Grup band Kotak akan memberi sentuhan berbeda untuk album terbaru mereka yang masih dalam proses penggarapan.

Hal itu dikatakan vokalis Tantri "Kotak" saat dijumpai sebelum mengisi acara Gempita SCTV 2018 di Pantai Carnaval Ancol, Jakarta Utara, Minggu (31/12/2017).

"Persiapan proyek 2018 nyiapin lagu-lagu buat next album. Gebrakan belum tahu, (tetapi) plan-nya kami mau buat sesuatu yang berbeda. Tetap rock, tapi ada sentuhan yang beda," kata Tantri.

"Ada benang merah yang berbeda untuk next album. Kan kemarin terdengarnya lagu Kotak seperti itu," sambungnya.

Selain persiapan lagu, grup musik yang populer dengan lagu "Beraksi" itu juga ingin mengubah citra mereka menjadi lebih segar agar dapat diterima generasi saat ini.

Baca juga : Tantri KotaK Tak Pernah Merasa sebagai Lady Rocker

"Yang kami lagi pikirin sih itu, nyari-nyari materi lagu baru juga, bikin image yang baru juga," ujar pemain bas Kotak, Chua.

"Kami pengin gimana caranya diterima sama anak zaman now. Kami pengin meregenrasi Kerabat Kotak," lanjutnya.

Demi hal tersebut, Kotak selalu berupaya tampil prima meski telah berkeluarga dan memiliki anak.

"Sebelum memutuskan hal yang baru, kami riset. Gimana caranya yang nonton Kotak beranggapan kami masih bisa seperti dulu, meski udah pada punya anak, kami enggak pengin gayanya kayak bapak-bapak, emak-emak," tambah Tantri.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X